Warta Ekonomi, Jakarta -
Film Resident Evil terbaru garapan Zach Cregger dijadwalkan segera tayang di bioskop. Namun, berbeda dari film maupun gim sebelumnya, film ini tidak menjadikan Leon Kennedy atau Claire Redfield sebagai tokoh utama.
Film tersebut menghadirkan karakter orisinal bernama Bryan yang diperankan Austin Abrams. Bryan dikisahkan sebagai seorang kurir medis yang tengah mengantarkan paket ke Raccoon City General Hospital sebelum akhirnya terjebak dalam situasi yang mengancam nyawanya.
Cregger mengatakan keputusan menghadirkan karakter biasa tersebut merupakan bagian dari pendekatan yang sengaja dipilih untuk film terbarunya.
Dalam wawancara dengan Nerdist pada Mei 2026, Cregger menggambarkan Bryan sebagai sosok yang merepresentasikan orang biasa yang tiba-tiba masuk ke dalam dunia seperti Resident Evil.
"Austin is very much like an avatar for me, or what I expect the average video game player would react if they were thrust into the game themselves. So he's just a normal guy," ujar Cregger.
Menurut Cregger, Bryan bukan karakter yang memiliki kemampuan bertarung khusus. Ia memang cukup atletis, tetapi bukan seorang atlet profesional maupun sosok yang memiliki latar belakang militer.
"He's just a good-natured, hapless dude who gets sucked into a nightmare," kata Cregger.
Pendekatan tersebut membuat Bryan berbeda dari karakter-karakter utama yang selama ini dikenal dalam gim Resident Evil. Ia bukan tentara khusus maupun polisi terlatih, melainkan seorang pekerja biasa yang harus menghadapi situasi mengerikan.
Resident Evil 2026 Tayang September
Resident Evil dijadwalkan melakukan pemutaran perdana di Fantastic Fest ke-21 pada 17 September 2026. Setelah itu, film tersebut dijadwalkan dirilis secara reguler di bioskop Amerika Serikat pada 18 September 2026.
Untuk penayangan di Indonesia, jadwal resmi masih menunggu pengumuman dari jaringan bioskop dan distributor seperti Netflix, Disney+, HBO, Movie Box dan situs lainnya masih belum ada tanggal pasti.
Sementara itu, informasi mengenai penayangan melalui layanan streaming belum diumumkan secara resmi. Sejumlah situs di internet mungkin mengklaim telah menyediakan film tersebut melalui berbagai platform, termasuk Netflix, HBO, Movie Box, maupun situs lainnya.
Namun, klaim tersebut belum dapat dijadikan rujukan resmi sebelum hak distribusi digital diumumkan oleh pihak terkait.
Karena film belum dirilis secara reguler, belum tersedia pula skor kritikus maupun data box office yang dapat menjadi acuan.
Baca Juga: Bukan Tantang Cinema XXI dan CGV, PFN Didorong Putar Film Indie
Austin Abrams Percaya pada Visi Zach Cregger
Austin Abrams mengatakan alasan utama dirinya bergabung dalam proyek Resident Evil bukan semata-mata karena nama besar waralaba tersebut.
Abrams sebelumnya telah bekerja sama dengan Cregger dalam film Weapons. Menurut Abrams, dirinya tertarik kembali bekerja dengan sang sutradara karena memiliki kepercayaan terhadap visi kreatif Cregger.
"For me, it was Zach doing his own thing with this series. I just loved working with him so much," ujar Abrams.
Abrams mengatakan dirinya tetap merasa percaya diri meski proyek tersebut merupakan bagian dari waralaba besar seperti Resident Evil.
"I knew that even though it was Resident Evil, I was excited and not nervous because he loved Resident Evil," katanya.
Menurut Abrams, kecintaan Cregger terhadap gim Resident Evil membuat dirinya percaya bahwa sang sutradara memahami materi yang akan diadaptasi.
"He's played so much of it that I felt I can really trust him," ujar Abrams.
Abrams juga memuji kemampuan Cregger dalam mengembangkan visi film sekaligus berkolaborasi dengan para pemain.
"His vision, creativity, and ability to collaborate are such a great combination," katanya.
Cregger Tidak Mengikuti Film Resident Evil Sebelumnya
Menariknya, Cregger mengaku belum pernah menonton film-film Resident Evil sebelumnya. Pengetahuannya terhadap waralaba tersebut lebih banyak berasal dari gim.
Cregger bahkan menyebut proyek terbarunya sebagai bentuk penghormatan terhadap gim Resident Evil.
Film terbaru tersebut menjadi bagian dari pendekatan baru terhadap waralaba yang sebelumnya telah memiliki sejumlah film layar lebar. Cregger memilih tidak meneruskan kisah karakter utama dari gim dan membawa cerita melalui sudut pandang karakter baru.
Hal tersebut juga sejalan dengan pernyataannya pada Agustus 2025 bahwa dirinya tidak akan mengangkat cerita Leon Kennedy.
"I'm not going to tell Leon's story," ujar Cregger.
Cerita film disebut berjalan paralel dengan lini masa Resident Evil 2 yang dirilis pada 1998, tetapi mengambil latar era modern.
Austin Abrams Sempat Mengalami Insiden Saat Syuting
Proses produksi film juga diwarnai insiden yang membahayakan Austin Abrams.
Dalam salah satu adegan, Bryan harus berlari di jalanan bersalju ketika zombie berjatuhan di sekitarnya. Tim produksi menggunakan efek praktis dengan menjatuhkan kantong darah berukuran besar dari sebuah crane.
Salah satu kantong dengan berat sekitar 68 kilogram nyaris mengenai Abrams. Cregger kemudian mengatakan insiden tersebut dapat berakibat fatal.
"It would've killed him. If he had been one step to the right, he would've died," ujar Cregger dalam sesi tanya jawab yang dikutip SlashFilm pada Juli 2026.
Dalam insiden lain, Abrams juga disebut mengalami luka robek di kepala ketika menjalani proses syuting di area lorong lift.
Penggunaan efek praktis tersebut merupakan bagian dari pendekatan Cregger dalam menciptakan suasana horor. Sang sutradara memilih menggunakan efek nyata dibandingkan mengandalkan CGI untuk sejumlah adegan.
Pendekatan tersebut disebut terinspirasi dari film horor klasik seperti Evil Dead II (1987).
Pemeran dan Produksi Resident Evil 2026
Resident Evil disutradarai Zach Cregger dengan skenario yang ditulis bersama Shay Hatten.
Austin Abrams berperan sebagai Bryan, seorang kurir medis. Sementara itu, Zach Cherry berperan sebagai Dave, Kali Reis sebagai Pauline, Paul Walter Hauser sebagai Carl yang merupakan ilmuwan Umbrella, serta Johnno Wilson sebagai Max, penegak Umbrella.
Film ini menggunakan sinematografi Dariusz Wolski dan musik yang digarap Ryan serta Hays Holladay.
Produksi film dilaporkan memiliki anggaran sekitar US$80 juta dengan durasi 94 menit. Proses syuting dilakukan di Praha mulai 10 Oktober 2025 dan film direkam menggunakan format IMAX.
Dengan menghadirkan karakter utama baru, Resident Evil versi Cregger mencoba membawa sudut pandang berbeda ke dalam waralaba tersebut. Bryan tidak memiliki pengalaman sebagai pahlawan ataupun petarung, sehingga perjalanan menghadapi ancaman zombie dimulai dari perspektif seorang warga biasa.
Film ini dijadwalkan tayang di Amerika Serikat pada 18 September 2026. Penonton di Indonesia dapat menunggu pengumuman resmi mengenai jadwal penayangan dari jaringan bioskop dan distributor.