Reshuffle ke-7 Berawal dari Kekecewaan Prabowo terhadap Menterinya, Begini Kata PDIP

2026/10/02

Jum'at, 02 Oktober 2026, 10:40 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

Reshuffle Kabinet Merah Putih kembali dilakukan Presiden Prabowo Subianto. Di tengah sejumlah perubahan posisi strategis, ada dugaan bahwa hal tersebut kemungkinan dilakukan akibat kekecewaan presiden terhadap kinerja sebagian menterinya.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)Ansy Lema menilai keputusan melakukan reshuffle tentu memiliki alasan dan urgensi. Salah satu kemungkinan paling kuat, menurutnya, adalah evaluasi terhadap kinerja para pembantu presiden.

Baca Juga: Semar: Arahan Pak Jokowi, Kita Dukung Prabowo-Gibran Bahkan Sampai 2034

“Pasti ada urgensi yang melatar belakanginya,” ujar Ansy, dikutip Jumat (2/10/2026).

Ia mengatakan pihaknya sendiri meyakini presiden tidak mengambil keputusan tersebut secara sembarangan. Menurutnya, reshuffle bisa dilakukan karena keperluan evaluasi.

“Dan kami yakin presiden melakukan reshuffle itu basisnya evaluasi atas kinerja masing-masing menteri selama periode yang sudah dipercayakan,” ungkapnya.

Ansy kemudian mengaitkan langsung perombakan kabinet dengan tingkat kepuasan presiden terhadap para menterinya. Menurut dia, apabila seorang menteri mampu bekerja sesuai ekspektasi, seharusnya tidak ada alasan kuat bagi presiden untuk menggantinya.

“Kami melihat bahwa pasti ada ketidakpuasan atas kinerja yang dirasakan presiden terhadap sejumlah pembantunya, sebab kalau kerjanya baik pasti otomatis akan dipertahankan,” kata Ansy.

Menurutnya, reshuffle ke-7 dapat menjadi bentuk evaluasi politik sekaligus manajerial dari Prabowo terhadap jajaran pemerintahannya. Ia menilai terdapat pekerjaan atau target tertentu yang kemungkinan belum berjalan sesuai harapan Prabowo.

“Dan kami yakin presiden melakukan reshuffle itu basisnya evaluasi atas kinerja masing-masing menteri selama periode yang sudah dipercayakan,” ujarnya.

Meski memberikan pembacaan kritis, ia tidak mempersoalkan kewenangan presiden untuk mengubah susunan kabinet.

Ansy menegaskan bahwa reshuffle merupakan hak prerogatif presiden. Karena itu, partainya memilih menghormati keputusan yang telah diambil Prabowo.

Namun, pihaknya tetap melihat adanya pesan politik yang lebih besar dari perombakan tersebut.

“Kami melihat reshuffle ke-7 dengan 18 menteri yang dirotasi ini tentu punya pesan yang harus dibaca tidak sekadar cuman pergantian atau rotasi biasa,” tutur Ansy.

Diketahui, Prabowo melantik sejumlah pejabat untuk sisa masa jabatan Kabinet Merah Putih 2024–2029.

Beberapa perubahan cukup mencolok. Listyo Sigit Prabowo yang sebelumnya menjabat Kapolri kini ditempatkan sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP). Posisi Kapolri kemudian diberikan kepada Suyudi Ario Seto.

Di sektor ekonomi, Bahlil Lahadalia dipercaya menjadi Menko Hilirisasi sekaligus Menteri ESDM. Sementara itu, Sugiono menempati posisi Menko PMK dan Muhammad Sarmuji menjadi Menteri Perindustrian.

Sejumlah wakil menteri juga mengalami perubahan, termasuk di Kementerian Keuangan, Kementerian Pertanian serta Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Baca Juga: Dokter Tifa: Kalau Cuma Lihat 10 Menit, Dari Mana Tahu Ijazah Jokowi Itu Asli atau Tidak

Prabowo menegaskan bahwa perombakan tersebut bertujuan meningkatkan efektivitas kerja pemerintah dan mempercepat pelaksanaan program strategis nasional.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar