Bagikan:
JAKARTA - Thailand akan memperketat aturan membawa senjata setelah penembakan yang melibatkan seorang pelajar berusia 14 tahun di sebuah sekolah di pinggiran Bangkok.
The Independent dikutip Minggu, 9 Agustus, melaporkan, Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mengatakan pemerintah akan mengusulkan undang-undang baru yang membatasi siapa saja yang boleh membawa senjata api.
“Undang-undang baru hanya akan mengizinkan pejabat pemerintah yang sedang bertugas untuk membawa senjata,” kata Anutin kepada wartawan, Jumat.
Ia belum memerinci apakah aturan baru itu juga akan memperketat syarat kepemilikan senjata.
Penembakan terjadi di Sekolah Debsirin Nonthburi, Provinsi Nonthaburi, barat laut Bangkok. Seorang pelajar berusia 14 tahun melepaskan tembakan dan menewaskan sejumlah orang.
Remaja itu kemudian meninggal karena bunuh diri. Pejabat juga menduga ia sebelumnya membunuh kedua kakek-neneknya di rumah keluarga pada pagi hari sebelum penembakan.
BACA JUGA:
Jumlah korban tewas dalam rangkaian kejadian itu kemudian bertambah setelah polisi mengatakan seorang anak perempuan berusia 12 tahun meninggal pada Sabtu.
Kementerian Kesehatan Thailand menyebut 15 orang masih dirawat di rumah sakit. Enam di antaranya dalam kondisi kritis. Korban luka termasuk pelajar berusia 12 hingga 14 tahun.
Institut Kedokteran Forensik Bangkok pada Sabtu menangani jenazah delapan orang, terdiri atas lima staf sekolah, terduga pelaku, dan kedua kakek-neneknya.
Kepala institut Wiroon Supasingsiripreecha mengatakan sebagian besar korban penembakan mengalami satu luka tembak fatal di bagian tubuh vital, yakni dada atau kepala.
Hasil pemeriksaan lengkap, termasuk uji toksikologi untuk mendeteksi zat tertentu dalam tubuh, masih ditunggu.
Wiroon mengatakan luka tembak pada terduga pelaku sesuai dengan senjata yang digunakan dalam penembakan.
Pejabat menyebut senjata tersebut berukuran kecil dan terdaftar secara sah atas nama kakek pelaku.
Media lokal melaporkan remaja itu menunjukkan tanda-tanda stres yang berkaitan dengan sekolah. Namun, sejumlah kerabat mengatakan kepada media Thailand bahwa mereka tidak mengetahui adanya masalah yang sedang dihadapinya.
Sekolah menghentikan kegiatan belajar pada 10-14 Agustus. Para staf diminta bekerja dari rumah selama periode tersebut.
Di Thailand, izin memiliki senjata dan izin membawa senjata merupakan dua izin yang berbeda.
The Independent menyebut Thailand memiliki salah satu tingkat kepemilikan senjata tertinggi di Asia, berada di posisi kedua setelah Pakistan dan jauh di atas negara-negara tetangganya di Asia Tenggara.
Penembakan massal juga beberapa kali terjadi di Thailand. Pada 2022, aksi pembunuhan di wilayah timur laut negara itu menewaskan 36 orang, termasuk 22 anak.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+