Rektor IHTP Papua sebut PKKMB momentum pembentukan karakter maba - ANTARA News Papua Tengah

2026/08/11

Manokwari (ANTARA) - Rektor Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan (IHTP) Papua Dr Filep Wamafma menegaskan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) bukan sekadar seremonial, melainkan momentum pembentukan karakter serta integritas mahasiswa baru.

PKKMB 2026 telah mengikuti seluruh ketentuan yang diatur Kementerian Pendidikan Tinggi, Sain, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) guna mencegah tindakan perpeloncoan maupun kekerasan lainnya terhadap mahasiswa baru (maba).

“PKKMB menjadi ruang untuk menguji dan menjaga diri, menjaga marwah masing-masing, dan menjaga marwah institut,” kata Filep saat menutup kegiatan PKKMB 2026 di Manokwari, Papua Barat, Selasa malam.

Menurut dia, PKKMB yang memprioritaskan pendekatan humanis, keakraban, disertai tanda dan tawa akan mendorong maba cepat beradaptasi dengan lingkungan kampus, sekaligus meningkatkan rasa persaudaraan antarsesama sivitas akademika.

Mahasiswa merupakan calon pemimpin masa depan yang dituntut berpikir kritis, kreatif bertindak, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi, sehingga mampu menciptakan solusi atas berbagai permasalahan di tengah masyarakat.

“Saya mengajak 776 mahasiswa baru IHTP Papua menjadi pribadi berdikari. Hilangkan kebiasaan bergantung kepada orang lain, supaya bisa hadapi tantangan selama menjalani kuliah,” ujar Filep.

Dalam kesempatan itu, Filep mengimbau seluruh mahasiswa IHTP Papua agar menghindari berbagai kegiatan yang berpotensi merugikan diri sendiri, seperti praktik seks bebas, judi, narkoba, ataupun tindakan kriminal lainnya.

Mahasiswa senior diharapkan tidak menyalahgunakan status dengan bersikap berlebihan terhadap mahasiswa baru tetapi membangun hubungan dilandasi kejujuran guna menciptakan lingkungan kampus yang berwibawa dan bermartabat hingga masa mendatang.

"Anda semua harus menjadi sarjana yang bermanfaat bagi masyarakat Papua, bagi bangsa, dan negara,” kata Filep.

Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.