Rawat inap puskesmas di Tulungagung penuh akibat lonjakan kasus ISPA - ANTARA News Jawa Timur

2026/10/02

Tulungagung, Jawa Timur (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung mencatat lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dalam beberapa bulan terakhir yang menyebabkan keterisian ruang rawat inap di sejumlah puskesmas acapkali penuh.

Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung Desi Lusiana Wardhani, Jumat, mengatakan, peningkatan kasus ISPA telah terlihat sejak awal 2026 dan semakin meningkat pada Juli hingga Agustus.

Sementara data September masih dalam proses penghitungan, namun pemantauan di sejumlah puskesmas menunjukkan kasus masih cukup tinggi.

"Untuk yang bulan September masih belum kita hitung, tapi perkiraan masih cukup tinggi berdasarkan pemantauan di puskesmas," kata Desi.

Kondisi tersebut turut berdampak pada tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) ruang rawat inap puskesmas.

Secara keseluruhan, rata-rata BOR puskesmas di Tulungagung berada di kisaran 39 persen.

Namun dua puskesmas, yakni Puskesmas Kauman dan Puskesmas Karangrejo, tercatat memiliki tingkat keterisian ruang rawat inap hingga 100 persen.

"Beberapa puskesmas untuk rawat inapnya penuh, di antaranya Puskesmas Kauman dan Puskesmas Karangrejo. Namun ada juga yang masih tersedia, artinya kondisi ini tidak terjadi secara menyeluruh di Tulungagung," ujarnya.

Menurut Desi, pasien ISPA yang menjalani rawat inap umumnya membutuhkan waktu perawatan sekitar tiga hingga empat hari.

Durasi tersebut dapat mencapai lima hingga tujuh hari bergantung pada tingkat keparahan kondisi pasien.

Untuk mengantisipasi keterbatasan ruang rawat inap, Dinkes Tulungagung menginstruksikan seluruh puskesmas meningkatkan koordinasi.

Pasien yang membutuhkan rawat inap tetapi tidak mendapatkan tempat di puskesmas tujuan akan diarahkan ke fasilitas kesehatan lain yang masih memiliki ketersediaan tempat tidur.

"Bukan kita menolak pasien, tapi kita berusaha mencarikan ruang rawat inap di puskesmas yang dekat dengan rumahnya," katanya.

Dinkes memastikan koordinasi antar-puskesmas dilakukan agar peningkatan kebutuhan layanan rawat inap tidak menghambat masyarakat dalam memperoleh perawatan.

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.