Punya Kebiasaan Memasukkan Tangan ke Saku saat Bicara? Ternyata Gambarkan Kondisi Emosi ini

2026/09/25

Kebiasaan orang saat ngobrol berbeda-beda. Misalnya saja ada yang punya kebiasaan memasukkan tangan ke saku saat bicara, entah satu tangan atau dua-duanya. Kelihatannya sepele ya Bunda, tapi kalau dari penelitian menunjukkan postur dan gerakan tubuh bisa memberikan informasi emosional. Benarkah?

Melansir Fra Long-Distance Rail Study, memasukkan tangan di saku saat berjalan, berbicara dengan seseorang, atau sekadar berdiri di tengah keramaian, dapat memberikan sedikit petunjuk tentang seberapa nyaman seseorang merasa, suasana hati mereka, atau bagaimana mereka bereaksi terhadap seluruh situasi.

Meskipun demikian, tidak ada satu makna yang jelas dan pasti yang terkait dengannya. Untuk itu, jangan buru-buru mengartikan tangan masuk ke saku karena orang tersebut gugup, tidak percaya diri, atau sedang menyembunyikan sesuatu. Satu gestur tubuh belum cukup untuk membaca kondisi emosi seseorang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Kebanyakan orang melakukannya hanya karena kebiasaan, atau suhu di luar, atau potongan pakaian, dan terkadang itu hanya cara mudah untuk mengistirahatkan lengan.

6 Kemungkinan arti tangan masuk saku saat berbicara

Ada beberapa kemungkinan di balik kebiasaan sederhana memasukkan tangan ke saku. Bukan berarti semuanya menunjukkan kondisi emosi tertentu, ya Bunda. Berikut beberapa hal yang mungkin bisa menjelaskannya.

1. Merasa nyaman

Alasan ini paling sederhana tapi sering terlupakan. Memasukkan tangan ke saku bisa saja karena seseorang merasa nyaman.

Seseorang mungkin sudah terbiasa berdiri seperti itu sejak lama. Bisa juga karena tangannya sedang tidak digunakan, cuaca sedang dingin, atau sekadar merasa posisi tersebut paling nyaman. Nggak semua kebiasaan tubuh harus punya makna psikologis yang dalam.

Kalau seseorang sedang santai bersama teman, tertawa, berbicara dengan nyaman, dan posturnya juga rileks, tangan di saku belum tentu menunjukkan masalah emosional apa pun.

2. Cara mengurangi rasa canggung

Situasinya bisa berbeda ketika seseorang berada di tempat yang asing atau sedang berbicara dengan orang yang belum terlalu dikenal. Memasukkan tangan ke saku dapat dikaitkan dengan rasa canggung.

Saat tidak tahu harus meletakkan tangan di mana, memasukkannya ke saku bisa menjadi posisi yang terasa lebih natural. Dalam kondisi seperti ini, gestur tersebut mungkin membantu seseorang merasa lebih nyaman menghadapi situasi sosial. Namun, lagi-lagi, ini bukan berarti orang tersebut pasti sedang gugup ya, Bunda.

Penelitian mengenai persepsi postur menunjukkan bahwa posisi tubuh memang dapat memengaruhi bagaimana keadaan emosional dipersepsikan. Studi Wilbarger, Reed, dan McIntosh menemukan bahwa postur dengan muatan emosional dapat memengaruhi cara orang memproses dan membedakan postur orang lain.

Posisi tubuh tertentu memang bisa ikut memengaruhi kesan yang muncul dalam sebuah interaksi. Meski begitu, satu gestur saja tetap belum cukup untuk mengetahui apakah seseorang benar-benar sedang canggung atau gugup.

3. Terlihat lebih tertutup dalam situasi tertentu

Tangan merupakan salah satu bagian tubuh yang cukup penting dalam komunikasi nonverbal.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cognition menemukan bahwa orang dapat mengenali emosi dari bagian tubuh tertentu, termasuk tangan. Bahkan, dalam penelitian tersebut, tangan menjadi bagian tubuh yang paling akurat dalam membantu mengenali emosi. Karena itu, posisi tangan dapat ikut memengaruhi kesan yang muncul dalam interaksi.

Ketika seseorang berbicara dengan tangan yang tidak banyak bergerak atau tersembunyi di saku, orang lain bisa saja menangkap kesan bahwa dirinya lebih tenang, tertutup, atau menjaga jarak. Tetapi ini adalah kesan yang ditangkap orang lain, bukan bukti pasti mengenai kondisi batin orang tersebut.

4. Bisa berkaitan dengan kegugupan, tetapi tidak selalu

Ini bagian yang sering langsung disimpulkan orang. "Tangannya masuk saku. Berarti dia gugup." Padahal belum tentu, Bunda.

Seseorang yang sedang gugup memang bisa melakukan berbagai gerakan untuk mengurangi rasa tidak nyaman. Tetapi tangan masuk saku juga bisa terjadi ketika orang tersebut sama sekali tidak merasa gugup.

Kalau Bunda ingin melihat apakah seseorang benar-benar sedang tidak nyaman, jangan hanya melihat tangannya. Perhatikan juga ekspresi wajah, intonasi suara, kontak mata, postur keseluruhan, serta bagaimana ia merespons percakapan.

Penelitian tentang persepsi emosi dari bahasa tubuh juga menunjukkan bahwa konteks interaksi berperan penting dalam memahami emosi seseorang.

5. Menjaga dirinya tetap tenang

Ada situasi ketika seseorang menjadi pusat perhatian, harus berbicara di depan orang lain, atau sedang menghadapi percakapan yang cukup serius. Dalam keadaan seperti itu, seseorang mungkin memilih posisi tubuh yang terasa familiar dan stabil.

Memasukkan tangan ke saku bisa menjadi salah satunya. Namun, ini lebih tepat menyebutnya sebagai kemungkinan cara seseorang mengatur kenyamanan tubuhnya, bukan sebagai tanda pasti bahwa ia sedang melakukan regulasi emosi.

Psikologi sendiri menunjukkan bahwa hubungan antara tubuh dan emosi cukup kompleks. Penelitian tentang postur dan ekspresi emosi menemukan bahwa pembatasan gerakan tubuh dapat memengaruhi bagaimana emosi diekspresikan maupun dikenali oleh orang lain.

6. Memberi kesan berbeda tergantung situasinya

Gestur yang sama bisa menghasilkan kesan yang berbeda dalam situasi yang berbeda. Tangan di saku ketika sedang jalan santai bersama teman mungkin terlihat biasa saja.

Tapi, ketika seseorang melakukan hal yang sama saat wawancara kerja, presentasi, atau berbicara dengan orang yang baru ditemui, orang lain bisa menangkapnya secara berbeda.

Penelitian mengenai bahasa tubuh menunjukkan bahwa informasi dari wajah, tubuh, dan konteks sosial dapat saling berinteraksi ketika seseorang menilai emosi maupun karakteristik sosial orang lain.

Jangan buru-buru membaca seseorang dari tangannya

Kalau Bunda punya kebiasaan memasukkan tangan ke saku saat berbicara, sebenarnya enggak perlu langsung berpikir ada sesuatu yang salah dengan diri sendiri. Bisa jadi Bunda memang merasa nyaman, itu sudah jadi terbiasa, atau bisa juga karena sedang berada dalam situasi yang membuat Bunda ingin sedikit lebih tenang.

Dan kalau melihat orang lain melakukan hal yang sama, jangan buru-buru menyimpulkan dia pemalu, tidak percaya diri, gugup, atau tidak tertarik dengan percakapan. Bahasa tubuh memang bisa memberi petunjuk tentang emosi dan bagaimana seseorang dipersepsikan. Tetapi satu gerakan saja tidak cukup untuk menceritakan keseluruhan kondisi seseorang.

Demikian pembahasan mengenai ciri kebiasaan orang dengan kebiasaan memasukkan tangan ke saku. Semoga dapat menjadi gambaran dalam membaca gestur tubuh seseorang.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)