PT SHP bantu padamkan karhutla di Taman Nasional Sembilang Muba
Selasa, 25 Agustus 2026 22:55 WIB
Aktivitas perambah hutan terpantau di Taman Nasional (TN) Sembilang, Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan. (ANTARA/HO/PT. SHP)
Palembang (ANTARA) - PT Sumber Hijau Permai (SHP) membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional (TN) Sembilang, Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, yang diduga akibat ulah perambah hutan.
Forest Protection PT SHP, Eko Handoyo, mengungkapkan bahwa Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT SHP pertama kali menemukan titik api melalui pemantauan drone saat berpatroli pada Selasa (25/8) pukul 09.05 WIB. Titik karhutla tersebut berada di wilayah Distrik Sembilang, TN Sembilang, dengan koordinat 2.052560 S dan 104.452799 E.
Tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi kebakaran setelah memantau titik api tersebut. Tim gabungan ini terdiri atas 12 anggota RPK inti, 10 anggota RPK LBS, 8 anggota Kelompok Masyarakat Peduli Api (KMPA), serta sejumlah petugas TN Sembilang.
"PT SHP bersama petugas TN Sembilang langsung menuju lokasi begitu memantau adanya titik api," ujar Eko.
Dalam operasi pemadaman tersebut, tim gabungan menggunakan empat set ministar, selang, nozzle, jetshooter, jukung, alat berat, serta kendaraan bermotor. Selain itu, petugas membawa peralatan pendukung berupa dua parang, 60 liter bahan bakar minyak (BBM), delapan radio HT, GPS, dan 13 senter.

Upaya tim pemadam tersebut berhasil memadamkan api sehingga tidak sempat meluas ke lahan bervegetasi semak belukar dan nibung.
"Petugas mendeteksi setengah hektare lahan yang terbakar dan tim telah memadamkan seluruh titik api," kata Eko.
Eko menegaskan bahwa PT SHP berkomitmen untuk membantu penanganan karhutla. Meskipun lokasi kebakaran berada di luar areal konsesi, pihaknya tetap menerjunkan tim pemadam agar api tidak meluas dan tidak berdampak buruk bagi lingkungan sekitar.
"Kami tetap berkomitmen membantu penanganan kebakaran di sekitar wilayah operasional, termasuk ketika titik api berada di luar wilayah konsesi," kata Eko.
Berdasarkan pengamatan di lokasi, kebakaran di kawasan konservasi tersebut diduga akibat campur tangan pelaku perambahan hutan. Namun, pengelola menyerahkan kasus ini kepada pihak berwenang untuk penyelidikan lebih lanjut.
"Kami mengusulkan agar aparat menyelidiki penyebab karhutla dan menangani aksi perambahan di lokasi tersebut," kata Eko.
Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026