PSI Sebut Sinergi Pemerintah dan BI Penting untuk Jaga Stabilitas

2026/08/12

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:48 WIB

Jakarta, VIVA – Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie, mendorong proses pergantian kepemimpinan Bank Indonesia (BI) berjalan sesuai konstitusi dan ketentuan perundang-undangan.

Baca Juga

Grace menilai proses transisi yang tertib dan kredibel penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat, pelaku usaha, serta investor terhadap perekonomian Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pasar sudah memberikan sinyal awal kepercayaan terhadap proses transisi ini. Sekarang tugas kita bersama memastikan kepercayaan tersebut dijawab dengan proses yang konstitusional dan jaminan bahwa independensi Bank Indonesia tetap menjadi prinsip yang tidak dapat ditawar,” ujar Grace, Rabu, 12 Agustus 2026.

Baca Juga

Menurut Grace, koordinasi antara BI dan pemerintah juga tetap diperlukan untuk menjaga stabilitas perekonomian sekaligus mendukung pertumbuhan nasional. Namun, koordinasi tersebut harus tetap berada dalam koridor kewenangan masing-masing lembaga.

“Sinergi BI dengan pemerintah penting untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun sinergi tidak boleh dimaknai sebagai subordinasi. Bank Indonesia harus tetap independen dalam menjalankan mandat dan mengambil keputusan moneternya,” tutur Grace.

Baca Juga

Ia menilai kepemimpinan BI yang kredibel akan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia, terutama di tengah dinamika ekonomi global.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Grace juga mengajak seluruh pihak menghormati proses yang sedang berjalan dan memberikan ruang kepada DPR untuk menjalankan kewenangannya sesuai aturan.

“Yang harus kita jaga bukan hanya siapa yang memimpin BI, tetapi kekuatan institusinya. Kepemimpinan boleh berganti, tetapi independensi, kredibilitas, dan kepercayaan terhadap Bank Indonesia harus tetap terjaga,” kata Grace.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Purbaya Respons soal Utang Pemerintah yang Lampaui Rp 10.000 Triliun, Begini Katanya

Purbaya merespons total utang pemerintah yang sudah melampaui angka Rp 10.000 triliun per Juni 2026, atau setara dengan 41 persen Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

VIVA.co.id

12 Agustus 2026