Kereta api melintas di jembatan dekat sisa material banjir bandang yang masih menutupi lapangan sepak bola Brandon di Lapai, Padang, Sumatera Barat, Rabu (10/6/2026). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan pengembangan Trans Sumatra Railway atau jalur kereta Trans Sumatra dapat menghadirkan simpul transportasi terintegrasi di berbagai wilayah.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan pengembangan Trans Sumatra Railway atau jalur kereta Trans Sumatra dapat menghadirkan simpul transportasi terintegrasi di berbagai wilayah guna memperkuat konektivitas dan mendukung mobilitas masyarakat secara berkelanjutan. Pengembangan Trans Sumatra Railway mengedepankan pembangunan simpul transportasi yang saling terhubung secara optimal.
"Iya, (pengembangan jalur kereta Trans Sumatra dapat) terintegrasi dengan baik, aman, nyaman," kata Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kemenhub, Risal Wasal, saat ditemui di sela Seminar Nasional dan Pengukuhan Pengurus Pusat serta Majelis Profesi dan Etik Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Masa Bakti 2025–2028 di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, Kementerian Perhubungan tidak secara khusus membahas pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD), melainkan memprioritaskan simpul integrasi antarmoda yang aman, nyaman, dan mudah diakses masyarakat.
"Saya tidak bicara TOD. Tapi bentuk simpul yang terintegrasi. Bisa hub dan lain-lain. TOD itu begitu bangunan tambahan lainnya, bisa hotel, bisa apa, justru kawasan pabrikan. Saya bicara simpulnya, suatu simpul integrasi," jelas Risal.
Risal memastikan pengembangan Trans Sumatra Railway akan melahirkan simpul-simpul transportasi baru dengan berbagai model sesuai kebutuhan pelayanan dan karakteristik wilayah di Pulau Sumatra.
Simpul transportasi tersebut diharapkan memperkuat integrasi antarmoda sehingga perpindahan penumpang maupun barang berlangsung lebih efisien serta meningkatkan konektivitas antarkawasan di Sumatra.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan pengembangan proyek Trans Sumatra Railway atau jalur kereta Trans Sumatra rute Banda Aceh hingga Bandar Lampung tidak mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Ditemui seusai Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis (4/6), Menhub mengatakan pemerintah mencari berbagai skema pembiayaan alternatif guna mendukung percepatan pembangunan jaringan perkeretaapian tersebut.
sumber : ANTARA