Produk Cimory Tetap Laku di Tengah Lesunya Daya Beli, Laba Tembus Rp1,17 Triliun di Semester I-2026

2026/07/31

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026 unaudit yang dipublikasikan di keterbukaan informasi BEI, Jumat (31/7/2026), penjualan bersih Cimory mencapai Rp6,46 triliun, naik sekitar 25,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp5,15 triliun.

Baca Juga: Begini Kinerja Keberlanjutan CMRY Sepanjang 2025

Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, laba bersih perusahaan meningkat menjadi Rp1,17 triliun, atau tumbuh sekitar 17,9% dibandingkan semester I-2025 yang sebesar Rp993,88 miliar.

Pertumbuhan ini menunjukkan permintaan terhadap produk-produk Cimory, mulai dari susu segar, yogurt hingga makanan berbasis protein, tetap kuat meski kondisi ekonomi masih diwarnai kehati-hatian masyarakat dalam berbelanja.

Tidak hanya mencatat kenaikan penjualan, perusahaan juga berhasil meningkatkan laba operasional menjadi Rp1,24 triliun dari sebelumnya Rp1,14 triliun. Pendapatan keuangan pun melonjak menjadi Rp211,48 miliar, hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kinerja tersebut turut memperkuat posisi keuangan perseroan. Hingga akhir Juni 2026, total aset Cimory mencapai Rp9,25 triliun, meningkat dari Rp8,74 triliun pada akhir 2025. Sementara total ekuitas naik menjadi Rp7,16 triliun, mencerminkan fundamental perusahaan yang semakin kokoh.

Di sisi profitabilitas, laba per saham (earnings per share/EPS) juga meningkat menjadi Rp147,65 per saham, dibandingkan Rp125,24 per saham pada semester I-2025. Peningkatan ini menunjukkan setiap lembar saham mampu menghasilkan keuntungan yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.

Arus kas operasional perusahaan juga tetap positif. Selama enam bulan pertama 2026, Cimory membukukan kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp915,66 miliar, mencerminkan kemampuan perusahaan menghasilkan kas dari kegiatan bisnis utamanya.

Di balik pencapaian tersebut, Cimory juga terus memperkuat ekspansi bisnisnya. Perusahaan mendirikan entitas anak baru, PT Artha Rasa Cimory (ARC), yang bergerak di bidang kafe dan restoran.

Langkah ini memperlihatkan upaya perusahaan memperluas ekosistem merek Cimory, tidak hanya melalui produk yang dijual di ritel, tetapi juga melalui pengalaman konsumsi langsung kepada pelanggan.

Kinerja semester pertama ini menjadi sinyal bahwa sektor makanan dan minuman berkualitas masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar di Indonesia.

Di tengah berbagai tantangan ekonomi, keberhasilan Cimory meningkatkan penjualan sekaligus laba menunjukkan bahwa produk dengan nilai tambah, inovasi, dan kekuatan merek tetap mampu menarik minat konsumen.

Dengan fondasi keuangan yang semakin kuat serta ekspansi bisnis yang terus berjalan, Cimory memasuki paruh kedua 2026 dengan modal yang solid untuk mempertahankan momentum pertumbuhannya.