Jakarta (ANTARA) - President University membuka Program World Campus sebagai alternatif bagi mahasiswa S1 yang ingin mengenyam pendidikan tinggi dengan fleksibilitas yang lebih besar melalui pembelajaran secara daring.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Riset, dan Inovasi President University, Adhi Setyo Santoso dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, menyampaikan pihaknya membuka Program Studi Management in Information System dalam program ini.
"Ke depan, pilihan program studi di World Campus akan terus dikembangkan untuk memberikan lebih banyak opsi bagi calon mahasiswa dengan kebutuhan dan minat yang beragam," katanya.
Baca juga: President University buka di Jakarta, buka beasiswa hingga 95 persen
Adhi menyebut program ini menjadi pilihan bagi calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan tinggi melalui sistem kuliah daring dan pembelajaran jarak jauh (PJJ), tanpa harus mengikuti pola perkuliahan tatap muka yang mengharuskan kehadiran di kampus pada waktu dan lokasi tertentu.
Meski menggunakan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ), lanjut dia, program ini tetap memberikan pengalaman perkuliahan yang sama seperti kelas reguler.
"Perbedaannya terletak pada cara mahasiswa mengikuti kelas. Jika mahasiswa reguler hadir secara langsung di ruang kelas, mahasiswa World Campus mengikuti perkuliahan melalui sistem PJJ," ujar Adhi.
Melalui program ini, Adhi menyebut pihaknya mengusung pendidikan yang berkelas dunia, membawa lingkungan internasional, dan terintegrasi dengan industri ke mana pun mahasiswa berada.
"Perkuliahan berlangsung sepenuhnya dalam bahasa Inggris dan mempertemukan profesional dari berbagai negara, sehingga mahasiswa dapat bertukar pengalaman profesional lintas negara dan membangun jejaring internasional sejak masa kuliah," ucap Adhi Setyo Santoso.
Baca juga: President University tembus peringkat 165 dunia pada WURI 2026
Baca juga: President University dapat izin mendirikan fakultas kedokteran
Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto meminta perguruan tinggi untuk mencermati mata kuliah yang dapat diselenggarakan dengan metode PJJ atau secara hibrida (hybrid).
Mendiktisaintek mengimbau agar perguruan tinggi dapat menerapkan metode PJJ secara proporsional, seraya mengingatkan bahwa pembelajaran secara daring tersebut dilakukan tidak boleh mengurangi kualitas dalam pembelajaran para mahasiswa tersebut.
"Kita tetap menyerahkan kepada setiap perguruan tinggi. Prodi-prodi akan melihat mana yang bisa dimungkinkan untuk dilakukan secara online," ucap Menteri Brian.
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.