Presiden undang akademisi bahas pencegahan kebakaran di lahan gambut - ANTARA News Jambi

2026/09/24

......Iya, siang ini Pak Presiden akan berdiskusi dengan banyak akademisi, membahas penanganan lahan gambut yang tahun ke tahun selalu terbakar......

Jakarta (ANTARA) -  Presiden Prabowo Subianto akan bertemu dengan sejumlah akademisi di Istana Merdeka, Jakarta pada Kamis untuk membahas penanganan lahan gambut untuk mencegah kebakaran lahan berulang setiap tahunnya.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo diagendakan berdiskusi dengan banyak akademisi untuk membahas persoalan tersebut secara lebih mendalam.

"Iya, siang ini Pak Presiden akan berdiskusi dengan banyak akademisi, membahas penanganan lahan gambut yang tahun ke tahun selalu terbakar," tutur Seskab Teddy.

Baca juga: BNPB berhasil padamkan 71.274 hektare lahan gambut di enam provinsi

Dia menjelaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo saat memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka pada 16 September 2026.

Seskab mengatakan melalui diskusi tersebut, Presiden Prabowo ingin mendengarkan pandangan dan masukan dari kalangan akademisi mengenai pengelolaan serta penanganan lahan gambut. Pembahasan diharapkan dapat memberikan perspektif berbasis kajian dalam menghadapi persoalan kebakaran lahan gambut yang berulang dari tahun ke tahun.

Pelibatan para pakar dan akademisi menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat kebijakan berbasis pengetahuan dalam menangani persoalan lahan gambut.

Masukan dari berbagai bidang keilmuan tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah penanganan yang menyeluruh.

Sebelumnya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya penanganan persoalan gambut secara menyeluruh dengan melibatkan para pakar, akademisi, serta lembaga penelitian.

Baca juga: BPBD: Karhutla Poso hanguskan 50 hektare lahan gambut dan kebun warga

"Saya ingin langsung bertatap muka dengan para pakar gambut yang ada di Indonesia, dan juga yang dari luar negeri," ujar Presiden Prabowo pada rapat terbatas yang digelar secara hybrid di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (16/9).

Presiden Prabowo juga meminta agar pembahasan melibatkan berbagai unsur, termasuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta fakultas-fakultas di perguruan tinggi.

Menurut Presiden, berbagai perspektif keilmuan diperlukan untuk membahas persoalan gambut dan merumuskan langkah penanganan secara komprehensif.

"Tapi mungkin kita juga ada dari BRIN, dari fakultas-fakultas, saya minta kita bahas benar-benar masalah gambut ini, dan kita mulai ambil langkah-langkah yang benar-benar menyeluruh untuk kita selesaikan," tutur Presiden.

Baca juga: Pakar: 300 ton karbon lepas ke atmosfer per hektare gambut terbakar

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Uploader : Ariyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.