Presiden Prabowo Minta Kereta Dukung Wisata, Tambah Gerbong-Revitalisasi Stasiun

2026/07/31

Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan baru untuk memperkuat sektor pariwisata nasional melalui pengembangan layanan wisata berbasis kereta api. Fokus penambahan gerbong baru dipadu berbagai destinasi wisata unggulan.

"Dalam rangka kita meningkatkan potensi pariwisata, salah satunya Bapak Presiden menghendaki untuk kita mengembangkan pariwisata berbasis kereta api," ujar Mensesneg Prasetyo Hadi.

Menurut Pras, PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebenarnya telah memiliki unit usaha yang menyediakan layanan kereta wisata. Namun, Presiden meminta agar layanan tersebut semakin diperkuat melalui pengembangan gerbong-gerbong baru yang dipadukan dengan berbagai destinasi wisata unggulan di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebenarnya PT KAI kan memang sudah memiliki perusahaan yang memang khusus menyediakan fasilitas kereta wisata. Pak Presiden minta untuk diperkuat, kita bikin gerbong baru yang nanti akan dipadukan dengan destinasi-destinasi wisata unggulan yang kita miliki," lanjutnya.

Presiden Prabowo dalam kunjungan kerja di Provinsi Jawa Tengah menggunakan KA Nusantara Explorer dari Stasiun Batang, Kabupaten Batang, pada Kamis, 30 Juli 2026. Kereta ini disebut pemerintah sebagai Orient Express-nya Indonesia. Orient Express adalah kereta super mewah yang melayani jalur kereta di Eropa.

KA Nusantara Explorer yang membawa Presiden Prabowo beserta rombongan terbatas berangkat sekitar pukul 17.05 WIB. Sebelumnya, Presiden juga menggunakan rangkaian kereta yang sama saat melanjutkan perjalanan dari Kota Semarang menuju Kabupaten Batang dalam agenda kunjungan kerjanya.

Menteri Pras juga menambahkan bahwa rangkaian KA Nusantara Explorer yang digunakan Presiden saat ini masih dalam tahap uji coba dan belum diluncurkan secara resmi. Meski demikian, ia mengapresiasi kualitas gerbong yang dinilai telah memenuhi standar internasional.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai KA Nusantara Explorer memiliki daya tarik yang besar untuk mendukung pengembangan pariwisata. Tidak hanya itu, KA Nusantara Explorer membuka peluang baru bagi masyarakat yang ingin menikmati pengalaman perjalanan yang berbeda.

"Kalau saya boleh nambahin sedikit, kelihatannya dari obrolan-obrolan tadi juga respon dari banyak orang, ini bakalan banyak masyarakat yang akan tertarik bahkan mungkin menyewa gerbong, atau menyewa untuk kegiatan-kegiatan acara reuni atau macam-macam, gathering, atau sambil rapat atau macam-macam. Sangat unik, sangat unik," kata Fadli Zon.

Revitalisasi Stasiun Bersejarah

Pemerintah bersama KAI dan sejumlah BUMN juga tengah melakukan revitalisasi berbagai stasiun bersejarah. Setelah Lawang Sewu, revitalisasi akan dilanjutkan ke Stasiun Bogor dan beberapa stasiun lain yang berusia lebih dari 100 tahun.

Prinsip revitalisasi adalah mengembalikan bangunan sedekat mungkin dengan fasad aslinya sehingga keindahan dan nilai arsitektur sejarah tetap terjaga sesuai kaidah pelestarian cagar budaya.

Pemerintah juga mempercepat proses registrasi, verifikasi, dan penetapan cagar budaya nasional. Tahun ini ditargetkan terdapat 2.000 cagar budaya nasional. Sebagai perbandingan, selama 79 tahun Indonesia baru menetapkan sekitar 228 cagar budaya nasional. Saat ini jumlah yang telah ditetapkan pada tahun ini sudah melampaui 1.000 objek.

(ddn/fem)