Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto meminta para perwira remaja TNI dan Polri yang baru dilantik menjadi aparat yang jujur, berani, dan adil dalam menjalankan pengabdian kepada bangsa dan negara.
"Rakyat tidak menuntut saudara sempurna. Rakyat menuntut saudara jujur, saudara berani, saudara adil," kata Presiden Prabowo Subianto saat memimpin Upacara Prasetya Perwira TNI dan Polri Tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu.
Presiden mengatakan rakyat menginginkan TNI dan Polri selalu hadir ketika dibutuhkan. Karena itu, para perwira diminta menjadi pelindung, pengayom, dan pembela masyarakat.
Kepala Negara mengingatkan pendidikan para perwira dibiayai oleh rakyat. Seragam, kebutuhan hidup, hingga gaji yang diterima juga berasal dari uang rakyat sehingga seluruh pengabdian harus ditujukan untuk kepentingan masyarakat.
"Ingatlah selalu saudara lahir dari rakyat, dididik dengan uang rakyat. Pakaian yang kau pakai dari ujung kaki sampai ujung kepala adalah dari rakyat. Makanmu dari rakyat. Gajimu dari rakyat. Mengabdi selalu untuk rakyat," kata Prabowo.
Presiden menegaskan seorang perwira akan kehilangan kehormatannya ketika mengkhianati rakyat. Oleh sebab itu, ia meminta para perwira tidak menyalahgunakan jabatan, tidak tergoda korupsi, penyelundupan, narkoba, perjudian, maupun pelanggaran hukum lainnya.
Prabowo juga menekankan integritas merupakan kehormatan seorang perwira. Selain itu, ia mengingatkan agar para perwira tidak terjebak pada loyalitas korps yang sempit.
"TNI dan Polri harus kuat. TNI dan Polri harus profesional. TNI dan Polri harus bersama-sama menjaga bangsa Indonesia," ujarnya.
Presiden menambahkan jabatan hanya bersifat sementara, sedangkan yang akan dikenang sejarah adalah pengabdian kepada bangsa dan negara.
"Ingat jabatan hanya titipan, akan berlalu. Yang dikenang sejarah adalah pengabdianmu kepada bangsa dan negara," katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo melantik 1.177 taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian menjadi perwira remaja TNI dan Polri dalam Upacara Prasetya Perwira di Istana Merdeka.
Para perwira yang dilantik terdiri atas 512 perwira TNI Angkatan Darat, 229 perwira TNI Angkatan Laut, 154 perwira TNI Angkatan Udara, dan 282 perwira Polri.
Pada kesempatan itu, Presiden juga menyematkan tanda pangkat kepada empat peraih Adhi Makayasa, yakni Calvin Tidar Sakti dari Akademi Militer, Muhammad Rizqi Wira Utama Baihaqi Putra dari Akademi Angkatan Laut, Yehezkiel Bonaventura Yudaniarman dari Akademi Angkatan Udara, dan Harindra Arsandho Tegarbaja dari Akademi Kepolisian.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Presiden minta perwira baru TNI Polri jujur berani dan adil
Pewarta: Fathur Rochman/Genta Tenri Mawangi
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.