Pertandingan Turki vs Prancis dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 26 September 2026 pukul 01.45 WIB di Kocaeli Stadium, Izmit. Laga ini sekaligus menjadi pertandingan kompetitif pertama Zidane sebagai pelatih Prancis.
Perkiraan Starting XI Turki vs Prancis
Turki diperkirakan menggunakan formasi 4-3-3. Absennya Calhanoglu membuat Salih Ozcan berpeluang masuk ke lini tengah untuk mendampingi Orkun Kokcu dan Ismail Yuksek.
Turki (4-3-3): Cakir; Celik, Demiral, Bardakci, Elmali; Ozcan, Kokcu, Yuksek; Guler, Yilmaz, Akturkoglu.
Pelatih: Vincenzo Montella.
Arda Guler menjadi salah satu pemain yang patut diperhatikan. Pemain tersebut diproyeksikan mengisi sisi kanan dan dapat menjadi sumber kreativitas ketika Turki mencoba membongkar pertahanan Prancis.
Di depan, Baris Yilmaz kemungkinan ditempatkan sebagai penyerang tengah dengan Kerem Akturkoglu menjadi opsi lain untuk memberikan ancaman dari area sayap. Merih Demiral juga diproyeksikan tampil di lini belakang.
Prancis diprediksi menggunakan formasi 4-2-3-1. Eduardo Camavinga berpeluang mengisi lini tengah setelah Aurelien Tchouameni tidak tersedia karena masalah kebugaran.
Prancis (4-2-3-1): Maignan; Kounde, Upamecano, Konate, Truffert; Camavinga, Rabiot; Dembele, Olise, Doue; Mbappe.
Pelatih: Zinedine Zidane.
Komposisi tersebut memperlihatkan bagaimana Prancis memiliki banyak pemain yang bisa memberikan ancaman dari belakang penyerang utama. Mbappe menjadi ujung tombak, sementara Dembele, Olise, dan Doue berpotensi bergerak mencari ruang di belakang lini tengah Turki.
Zidane sendiri memasuki pertandingan ini dengan skuad yang tetap memiliki sejumlah pemain elite. Reuters mencatat Mbappe tetap menjadi kapten Prancis dan telah mencetak 66 gol untuk tim nasional.
Kondisi Turki Jelang Lawan Prancis
Turki memasuki Nations League setelah menjalani Piala Dunia 2026 yang tidak sesuai harapan. The Crescent-Stars kalah dari Austria dan Paraguay sebelum menutup fase grup dengan kemenangan 3-2 atas Amerika Serikat.
Hasil tersebut memperlihatkan dua sisi Turki. Mereka memiliki kemampuan mencetak gol ketika menemukan ruang dan bermain lebih agresif, tetapi konsistensi menjadi persoalan ketika menghadapi lawan dengan kualitas lebih tinggi.
Situasi itu semakin rumit karena Calhanoglu dan Yildiz tidak dapat dimainkan. Calhanoglu biasanya memberikan kontrol permainan dari lini tengah, sedangkan Yildiz bisa menawarkan variasi serangan dari area depan.
Kehadiran Arda Guler menjadi salah satu alasan Turki tetap memiliki peluang menciptakan masalah bagi Prancis. Guler dapat menjadi penghubung antara lini tengah dan depan, terutama jika Prancis memberikan ruang di area antarlini.
Keuntungan lainnya adalah pertandingan berlangsung di kandang. Turki tidak harus mengejar permainan terbuka sejak awal dan dapat mengandalkan atmosfer stadion untuk meningkatkan tekanan kepada Prancis.