Jakarta, VIVA – Prediksi pertandingan sepak bola kini tidak hanya mengandalkan intuisi penggemar, statistik sederhana, atau komentar pengamat. Kecerdasan buatan (AI) semakin banyak digunakan untuk mengolah data pertandingan dan memperkirakan peluang sebuah tim meraih kemenangan, bermain imbang, atau mengalami kekalahan.
Baca Juga
Perkembangan tersebut sejalan dengan semakin besarnya penggunaan data dalam sepak bola modern. FIFA menyebut data telah menjadi bagian penting dalam memahami permainan, mulai dari statistik pemain, analisis taktik, heat map hingga berbagai metrik performa.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Lantas, seberapa akurat AI ketika digunakan untuk memprediksi hasil pertandingan? Berikut VIVA telah merangkum Selasa, (06/10/2026).
Baca Juga
AI Tidak Sekadar Menebak Skor
Salah satu kesalahpahaman yang sering muncul adalah anggapan bahwa AI bisa mengetahui hasil pertandingan secara pasti. Padahal, sistem prediksi umumnya menghasilkan probabilitas berdasarkan data yang tersedia.
Baca Juga
Model dapat mempertimbangkan berbagai informasi, seperti performa pertandingan sebelumnya, kekuatan lawan, posisi klasemen, produktivitas gol, performa kandang dan tandang, hingga statistik pemain.
Opta, misalnya, menggunakan kombinasi probabilitas hasil pertandingan dan peringkat kekuatan tim dalam model prediksinya. Hasil tersebut kemudian dapat digunakan untuk melakukan simulasi pertandingan berkali-kali guna memperkirakan kemungkinan berbagai hasil.
Artinya, jika sebuah model memberikan peluang kemenangan 70 persen kepada suatu tim, angka tersebut bukan berarti tim tersebut pasti menang. Masih terdapat peluang 30 persen untuk hasil lainnya.
Statistik Menjadi Bahan Bakar AI
Kualitas prediksi sangat bergantung pada kualitas data yang digunakan. FIFA sendiri memiliki Football Data Platform yang menggabungkan data resmi pertandingan, jadwal, susunan pemain, kejadian dalam pertandingan, statistik hingga data pertandingan langsung.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Salah satu statistik yang sering digunakan dalam analisis sepak bola adalah expected goals (xG). Menurut Opta, xG mengukur kualitas peluang berdasarkan kemungkinan sebuah tembakan menghasilkan gol. Model tersebut menggunakan data historis dalam jumlah besar untuk menghitung probabilitas setiap peluang.
Namun, xG maupun statistik lainnya tetap tidak dapat memastikan hasil akhir. Tim yang memiliki peluang lebih berkualitas bisa saja kalah karena penyelesaian akhir, kesalahan pemain, keputusan wasit, atau kejadian tak terduga lainnya.
Halaman Selanjutnya
Penelitian Menunjukkan AI Belum Selalu Konsisten