Praktisi: Harga Bitcoin menguat indikasi pulihnya sentimen investor
Kamis, 23 Juli 2026 15:32 WIB
CEO Indodax William Sutanto memberi pemaparan dalam salah satu diskusi aset kripto di Jakarta (Antara/HO/Indodax)
Jakarta (ANTARA) - Pelaku pasar aset kripto dalam negeri menyatakan penguatan harga Bitcoin dalam pekan ketiga Juli 2026 menjadi salah satu indikasi pulihnya sentimen investor terhadap aset digital.
CEO Indodax William Sutanto mengatakan inggu ketiga Juli 2026 harga Bitcoin sedikit menguat sekitar Rp1,18 miliar di market Indodax, momen ini bisa saja menjadi salah satu faktor penggerak harga Bitcoin ke depan.
Sementara itu, lanjut dia dalam keterangannya di Jakarta, Kamis Produk Bitcoin Spot Exchange-Traded Fund (ETF) di Amerika Serikat kembali mencatat arus dana masuk selama dua pekan berturut-turut.
Berdasarkan data SoSoValue, ETF Bitcoin membukukan net inflow sebesar 75,7 juta dolar AS (sekitar Rp1,36 triliun) sepanjang periode perdagangan 13 -17 Juli 2026 yang sebelumnya sempat mencatat arus keluar sebesar 424,7 juta dolar AS pada awal pekan.
"Capaian tersebut menjadi salah satu indikasi mulai pulihnya sentimen investor institusi terhadap Bitcoin setelah beberapa bulan sebelumnya mengalami tekanan arus keluar," ujar William.
Menurut dia ETF merupakan salah satu instrumen yang banyak dimanfaatkan investor institusi untuk memperoleh eksposur terhadap Bitcoin tanpa harus memiliki aset kripto secara langsung.
Oleh karena itu, tambahnya, perubahan arus dana ETF kerap menjadi salah satu indikator untuk membaca arah sentimen investor institusi.
Dikatakannya, arus dana ETF bukan hanya mencerminkan minat terhadap Bitcoin, tetapi juga menggambarkan bagaimana investor institusi mulai kembali meningkatkan eksposurnya terhadap aset berisiko setelah melalui periode ketidakpastian yang cukup panjang.
"Namun, hal ini belum dapat diartikan sebagai perubahan tren pasar secara keseluruhan,” ujarnya.
Meski demikian, William mengingatkan bahwa arus dana ETF sebaiknya dipandang sebagai salah satu indikator pasar, bukan satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan investasi.
ETF dapat menjadi indikator awal perubahan sentimen investor institusi, lanjutnya, namun, arah pergerakan pasar tetap dipengaruhi berbagai faktor lain seperti inflasi, kebijakan suku bunga bank sentral, likuiditas global, hingga perkembangan regulasi di berbagai negara.
"Oleh karena itu, penting untuk melihat berbagai indikator secara menyeluruh sebelum berinvestasi,” katanya.
Menurut William, meningkatnya partisipasi investor institusi melalui instrumen seperti ETF juga menunjukkan bahwa ekosistem aset digital semakin berkembang dan diterima sebagai bagian dari lanskap keuangan global.
Pewarta: Subagyo
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026