Sabtu, 19 September 2026 - 02:40 WIB
Jakarta, VIVA – Presiden RI Prabowo Subianto mengingatkan adanya kelompok-kelompok berniat buruk yang memanfaatkan kekuatan finansial dan propaganda media sosial untuk membajak demokrasi Indonesia.
Baca Juga
Hal itu diungkapkan Prabowo dalam sambutannya di acara HUT ke-28 PAN di Jakarta pada Jumat, 18 September 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Kita harus hati-hati bahwa demokrasi bisa dibajak, demokrasi bisa dibeli, mereka-mereka yang punya kekuatan ekonomi besar, mereka-mereka yang punya uang banyak, dan terutama mereka-mereka yang uanganya didapat dengan cara yang tidak halal alias mereka, mereka mau, membajak demokrasi kita," kata Prabowo.
Baca Juga
Kepala Negara membeberkan ancaman nyata ketika kekuatan ekonomi besar berupaya memengaruhi instrumen penegakan hukum hingga lembaga pimpinan negara.
"Mereka mau menyogok tokoh-tokoh politik kita, mereka mau beli nyogok hakim, nyogok jaksa, nyogok jenderal, nyogok menteri, mereka mau nyogok presiden, dengan uang mereka," imbuhnya.
Baca Juga
Tak hanya melalui money politics atau suap secara langsung, Prabowo menyoroti bentuk manipulasi modern berbasis teknologi digital. Ia menyebut penggunaan algoritma, buzzer, hingga akun robot untuk merusak pola pikir masyarakat serta menyebarkan fitnah.
Namun, ia bersyukur masyarakat Indonesia tak terpengaruh dengan adanya buzzer itu.
"Dengan uang, mereka memelihara algoritma pakai buzzer-buzzer, robot-robot. Anak-anak kita, bapak-bapak kita, rakyat kita dirusak, coba mereka pengaruhi dengan fitnah. Alhamdulillah, rakyat kita tidak bodoh," tegasnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Lebih lanjut, Prabowo menilai ancaman penyelewengan informasi melalui media sosial ini sebagai bentuk perang era modern (asymmetric warfare) yang tengah dihadapi oleh banyak negara di dunia.
"Perang sekarang tidak perlu dengan kirim pasukan banyak. Pertama, dia rusak dengan socmed-socmed yang enggak benar," pungkas Prabowo.
Prabowo: Saya Siap Mati untuk Negara Ini
Presiden Prabowo Subianto menyatakan keinginannya menciptakan Indonesia menjadi negara yang adil dan makmur, serta mensejahterakan rakyat. Hal itu disampaikan saat pidato
VIVA.co.id
19 September 2026