Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto memuji layanan bank emas nasional atau bullion bank yang berhasil mengelola 153 ton emas dengan nilai diperkirakan mencapai 20 miliar dolar AS sejak diluncurkan pada 2025.
Presiden saat memberikan taklimat pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin menyampaikan bahwa banyak prestasi yang sudah ditorehkan selama 20 bulan masa pemerintahannya, termasuk pendirian layanan bank emas yang dikelola oleh Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
"Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, Indonesia punya bank emas, bullion, yang sekarang sudah mengelola 153 ton emas," kata Prabowo.
Presiden menyebut jumlah 153 ton emas itu memiliki kisaran nilai sekitar 20 miliar dolar AS (Rp358 triliun), sebuah prestasi yang telah dilirik oleh komunitas global.
"Ini juga kekuatan ekonomi yang dilihat oleh dunia juga dan saya percaya di tahun-tahun mendatang ini akan juga meningkat," tutur Presiden.
Hal itu menunjukkan bahwa Indonesia secara diam-diam telah mencapai prestasi yang berskala global. Prabowo pun menyebut tidak banyak layanan bank emas yang berhasil mengelola emas sebanyak Indonesia dalam satu tahun terakhir.
Layanan bank emas nasional sendiri diluncurkan sejak Februari 2025.
Menurut data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian per Maret 2026, kinerja Lembaga Jasa Keuangan Bullion, PT Pegadaian menunjukkan perkembangan jumlah nasabah meningkat dari 3,2 juta pada Februari 2025 menjadi 5,6 juta pada Februari 2026.
Dalam periode yang sama, tabungan emas masyarakat juga meningkat dari 10,5 ton menjadi 19,25 ton.
Sementara itu, total pengelolaan emas BSI mencakup cicil, gadai, dan tabungan emas sebelum peluncuran Kegiatan Usaha Bullion pada Januari 2025 sebesar 16,85 ton menjadi 22,5 ton pada Februari 2026. Nasabah tabungan emas meningkat dari 531.329 pada Desember 2025 menjadi 766.742 pada Februari 2026.
Baca juga: Kemenko Ekonomi: Bank emas nasional telah himpun 153 ton emas
Baca juga: Pegadaian akselerasi ekosistem Bank Emas Nasional dan siap go global
Baca juga: BSI catat cicil emas tumbuh signifikan capai 97,90 persen hingga April
Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.