Polri dampingi keluarga jurnalis hilang di tengah ketidakpastian SAR

2026/09/16

Pandeglang, Banten (ANTARA) - Kepolisian Daerah Banten mengintensifkan layanan pendampingan kesehatan psikososial bagi keluarga jurnalis dan kru kapal cepat KM Arupadatu I yang menghadapi situasi di tengah ketidakpastian operasi SAR hingga hari kesembilan ini.

Ketua Tim Trauma Healing Psikologi Polda Banten IPTU Nurhafid di Posko Utama SAR Carita, Pandeglang, Rabu, menyatakan meskipun kemungkinan itu terjadi sangat kecil tetapi kehadiran tim psikologi bertugas mencegah timbulnya trauma berat maupun gangguan kecemasan akut pada pihak keluarga.

"Kami mendampingi dan mendengarkan mereka, baik ayah, ibu, keluarga atau saudara dari penumpang kapal. Ya sejak hari kedua operasi sampai sekarang tim kami datangi mereka semua atau mereka datang ke posko kami," kata dia.

Menurut dia, berdasarkan hasil asesmen sejauh ini kondisi psikologis keluarga masih berada pada tingkat stres sedang dan tidak memerlukan intervensi obat-obatan atau penanganan psikiatri.

Baca juga: Hasil pencocokan DNA jurnalis hilang masih belum terkonfirmasi

Pendampingan yang dijalankan oleh personel bagian Psikologi Biro SDM Polda Banten tersebut dirancang secara berkelanjutan dan akan terus dipantau meski nanti operasi SAR gabungan dinyatakan selesai.

"Selama ini kami menggunakan pendampingan terus-menerus, juga melibatkan jajaran Polres hingga fasilitas kesehatan di tingkat kecamatan setelah operasi selesai, begitu," cetusnya.

Selain keluarga korban, dia menambahkan bahwa tim psikologi turut memberikan penguatan mental bagi para personel tim SAR gabungan, bahkan rekan-rekan jurnalis yang bertugas meliput langsung kegiatan pencarian ini di lapangan.

Dia pun mengkonfirmasi, tidak hanya keluarga tetapi tim SAR dan para jurnalis, baik perempuan maupun pria mengalami kebosanan yang diperkuat oleh kelelahan fisik mengingat semua memiliki ekspektasi dan harapan yang besar atas keberhasilan operasi SAR yang penuh dinamika ini.

"Kecapean, bosan, kangen keluarga itu ditemukan dalam operasi, makanya mereka juga perlu penguatan atau pendampinganlah. Ya, dalam kondisi ini kami banyak mendengarkan apa yang mereka rasakan, jadi teman ngobrol saja, sehingga mereka lega dan siap kembali bertugas," ungkapnya.

Baca juga: Hasil operasi SAR jurnalis hilang hari kesembilan kembali tanpa temuan

Operasi SAR hari kesembilan terhadap rombongan jurnalis dan kru kapal cepat KM Arupadatu I yang hilang di perairan Selat Sunda dinyatakan nihil atau belum membuahkan hasil.

Adapun total luas area pencarian pada hari kesembilan ini mencakup 3.439 nautical mile (NM) persegi yang meliputi kawasan pesisir sekitar Gunung Anak Krakatau di wilayah Provinsi Banten-Lampung hingga Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu.

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan strategi pencarian akan terus diperbarui guna memaksimalkan sisa masa perpanjangan operasi SAR terhadap delapan penumpang KM Arupadhatu 1 di perairan Selat Sunda, yang berdasarkan jadwal sebelumnya berakhir besok, Kamis (17/9).

"Kami akan evaluasi besok bagaimana. Terima kasih bapak-Ibu sekalian, rekan-rekan jurnalis masih setia menunggu. Masih tetap dengan harapan yang sama, kita semua, semoga ada tanda-tanda korban segera ditemukan," kata dia.

Baca juga: Polri sediakan 300 porsi makan per hari dukung operasi SAR jurnalis

Baca juga: Polda Banten pastikan temuan jaket pelampung bukan korban Arupadhatu 1

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.