Polresta Banyumas memeriksa 10 saksi kasus tribun VIP ambruk

2026/07/27

Polresta Banyumas memeriksa 10 saksi kasus tribun VIP ambruk

Senin, 27 Juli 2026 13:23 WIB

Image Print

Kapolresta Banyumas Kombes Polisi Petrus P Silalahi memberi keterangan pers di Mapolresta Banyumas, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (27/7/2026), terkait investigasi terhadap insiden ambruknya tribun VIP dalam ajang Drift Speed Fest di GOR Satria Purwokerto, Minggu (26/7/2026) siang. ANTARA/Sumarwoto

Purwokerto (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota Banyumas telah memeriksa sedikitnya 10 orang saksi untuk mengusut penyebab ambruknya tribun VIP saat Kejuaraan Nasional Drift Speed Fest di Gelanggang Olahraga Satria, Purwokerto, Minggu (26/7) siang, yang mengakibatkan puluhan penonton terluka.

"Hingga tadi malam sekitar 10 orang atau lebih telah kami periksa. Seluruhnya merupakan penyelenggara kegiatan dan petugas pengamanan," kata Kepala Polresta Banyumas Komisaris Besar Polisi Petrus P Silalahi di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin

Ia mengatakan saksi yang diperiksa berasal dari berbagai unsur, mulai dari penanggung jawab kegiatan, event organizer, kru panggung, pihak yang mengerjakan tribun, kepala steward, petugas pengamanan, hingga pemimpin jalannya perlombaan.

Menurut ia, penyidik Satuan Reserse Kriminal Polresta Banyumas juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab ambruknya tribun nonpermanen tersebut.

"Insiden tersebut menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak penyelenggara kegiatan, meskipun sebelumnya kepolisian telah melakukan rapat koordinasi pengamanan, pemeriksaan, serta pengecekan lokasi dan tribun sebelum pelaksanaan acara," katanya.

Kapolresta mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan sementara, terdapat kegiatan selebrasi seusai perlombaan ketika para drifter membagikan dan melempar kaus ke arah tribun VIP.

Akibatnya, penonton yang berada di tribun berebut menangkap kaus sehingga terjadi pergerakan massa yang tidak merata.

"Lemparan kaus itu dilakukan lebih dari satu kali sehingga masyarakat di tribun VIP berdesak-desakan. Beban menjadi tidak seimbang, tribun bergeser, bergoyang, kemudian roboh. Namun, penyebab pastinya masih kami dalami," katanya.

Ia mengatakan kapasitas tribun tersebut sekitar 250 orang dan telah digunakan pada hari sebelumnya, Sabtu (25/7), hingga malam tanpa mengalami kendala.

Kendati demikian, Petrus menegaskan kepolisian belum menyimpulkan ada atau tidaknya unsur kelalaian karena proses penyelidikan masih berlangsung.

"Nanti akan kami sampaikan setelah penyelidikan selesai. Jika ditemukan unsur pidana, tentu akan kami tingkatkan ke tahap penyidikan," katanya.

Terkait korban, ia mengaku telah memerintahkan Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polresta Banyumas berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan pendataan.

"Berdasarkan data yang kami himpun, ada sekitar 83 orang yang dilaporkan menjadi korban dan tersebar di beberapa rumah sakit, di antaranya RSUD Prof Dr Margono Soekarjo, RS Orthopaedi, RS Elisabeth Purwokerto, RS Dadi Keluarga Purwokerto, dan RSU Siaga Medika Banyumas. Saya juga mendapat informasi ada korban yang mengalami fraktur atau patah tulang," katanya.

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.