Polres Cianjur lakukan penyelidikan ungkap kebakaran di TNGGP - ANTARA News Jawa Barat

2026/08/14

Cianjur (ANTARA) - Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti kebakaran yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) termasuk kebakaran di kawasan Alun-alun Suryakencana. 

Kapolres Cianjur AKBP Ahmad Alexander Yurikho Hadi di Cianjur, Jumat, mengatakan pihaknya telah meminta keterangan dari sejumlah pihak yang memiliki tanggung jawab dalam pemantauan kawasan taman nasional.

Pemeriksaan awal difokuskan pada mekanisme pemantauan kawasan termasuk bagaimana kebakaran pertama kali diketahui dan langkah yang dilakukan setelah munculnya titik api yang diperkirakan masih terjadi hingga enam hari terakhir.

"Penyelidikan dilakukan untuk memastikan penyebab kebakaran dipicu kondisi alam saat musim kemarau atau terdapat faktor kelalaian maupun kesengajaan manusia," katanya.

Pihaknya tidak menutup kemungkinan ada unsur pidana dalam peristiwa kebakaran tersebut setelah hasil penyelidikan menemukan adanya kelalaian atau tindakan kesengajaan yang menyebabkan kebakaran sehingga proses hukum akan dilakukan.

Kebakaran yang terjadi di kawasan TNGGP diperkirakan telah berdampak terhadap area seluas sekitar 21 hektare, dimana pihaknya masih melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi sekaligus faktor yang menjadi pemicu kebakaran.

Selain melakukan penyelidikan, Polres Cianjur juga memperkuat langkah pencegahan selama musim kemarau, dimana sekitar 700 personel disiagakan di tingkat Polres dan jajaran Polsek termasuk melibatkan personel Batalyon B Brimob Polda Jabar.

"Pengerahan personel lebih kepada upaya pencegahan agar potensi kebakaran tidak terus meluas, termasuk mengimbau masyarakat untuk membantu pengawasan dan segera melapor ketika melihat titik api," katanya. 

Musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino diperkirakan cukup berat dan berlangsung panjang, sehingga situasi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan sehingga membutuhkan kesiapan lintas sektor.

"Sebagai bagian dari kesiapan penanganan kebakaran di lapangan, Polres Cianjur juga menginisiasi pembuatan peralatan pemadam sederhana berupa gepyok yang dimodifikasi menggunakan bahan rotan," katanya.

Peralatan tersebut akan diproduksi secara bertahap dengan jumlah yang terus ditambah, sehingga gepyok akan didistribusikan ke berbagai wilayah termasuk pada relawan dan masyarakat yang berada di wilayah rawan kebakaran.

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.