Polres Bintan selidiki tabrakan dua boat wisata di perairan Lagoi

2026/08/18

Polres Bintan selidiki tabrakan dua boat wisata di perairan Lagoi

Selasa, 18 Agustus 2026 23:10 WIB

Image Print

Personel Polres Bintan, Polda Kepulauan Riau (Kepri) menyelidiki penyebab insiden tabrakan yang melibatkan dua boat pancung wisata di sekitar Perairan Batu Pertama, Lagoi, Kabupaten Bintan, Senin (17/8/2026) malam. ANTARA/HO-Humas Polres Bintan

Tanjungpinang (ANTARA) - Polres Bintan, Kepulauan Riau, menyelidiki penyebab tabrakan dua boat pancung wisata di sekitar Perairan Batu Pertama, Lagoi, Kabupaten Bintan, yang menyebabkan sejumlah penumpang terluka.

Kepala Seksi Humas Polres Bintan AKP H.P. Bako di Bintan, Selasa, mengatakan petugas bersama pihak terkait telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan mengumpulkan keterangan dari pengemudi serta penumpang.

"Hingga saat ini, petugas masih melakukan penyelidikan dan pengumpulan keterangan untuk mengetahui secara pasti penyebab terjadinya kecelakaan tersebut," kata Bako.

Petugas juga memeriksa kondisi dan kerusakan kedua boat pancung serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan kecelakaan laut tersebut.

Kecelakaan terjadi pada Senin (17/8) sekitar pukul 19.20 WIB dan melibatkan boat pancung milik PT Global serta PT Bintan Resort Cakrawala (BRC).

Boat pancung milik PT Global membawa tiga penumpang yang terdiri atas dua orang dewasa dan satu anak. Sementara itu, boat pancung milik PT BRC membawa lima penumpang dewasa.

Berdasarkan informasi awal, kedua boat sedang melakukan kegiatan wisata mangrove atau hutan bakau sebelum bertabrakan di sekitar Batu Pertama.

Kedua boat tersebut diduga bertabrakan dari arah berlawanan. Akibat kejadian itu, sejumlah penumpang mengalami luka-luka dan dievakuasi ke Klinik Lagoi untuk mendapatkan perawatan medis.

"Kita juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut," ujarnya.

Pewarta : Ogen
Editor: Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.