Ayu Rachmaningtyas
| 26 Juli 2026, 10:02 WIB

Wamenko Polkam, Lodewijk F. Paulus, menyebut perkembangan geopolitik global menghadirkan tantangan kompleks bagi Indonesia. Foto: Kemenko Polkam
AKURAT.CO Politik yang bermoral, berkeadilan, dan memberdayakan umat merupakan salah satu prasyarat untuk mewujudkan demokrasi yang substantif, sekaligus mendukung tercapainya visi Indonesia Emas 2045.
Demikian disampaikan Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Letjen TNI (Purn), Lodewijk F. Paulus, saat menghadiri Kongres Umat Islam Indonesia VIII yang digelar 24-26 Juli 2026 di Jakarta.
Menurutnya, perkembangan geopolitik internasional saat ini menghadirkan tantangan yang semakin kompleks bagi setiap negara, termasuk Indonesia.
Dinamika global tersebut tidak hanya berdampak pada aspek politik dan keamanan tetapi juga memengaruhi ketahanan ekonomi, sosial budaya, hingga pertahanan negara.
"Karena itu, Indonesia memerlukan sistem politik yang kuat, demokrasi yang berkualitas, serta tata kelola pemerintahan yang mampu menjaga stabilitas nasional sekaligus mempercepat pembangunan," ujar Lodewijk.
Baca Juga: Wamenko Polkam ke PLN: Menjaga Listrik Tetap Menyala Adalah Bentuk Bela Negara
Ia mengajak umat Islam untuk menguatkan dan mengaktualisasikan semangat profetik Islam dalam kehidupan politik. Pasalnya, politik harus menjadi sarana untuk mewujudkan kepentingan, kesejahteraan, dan kemaslahatan umum.
"Politik harus menjadi alat untuk mewujudkan kepentingan, kesejahteraan, dan kemaslahatan umum ke arah yang lebih baik," tutur Lodewijk.
Ia mengungkapkan, saat ini masih terdapat sejumlah tantangan dalam dinamika politik nasional, antara lain praktik politik transaksional yang berbiaya tinggi, kampanye negatif dan kampanye hitam, menguatnya oligarki dan politik dinasti, rendahnya literasi serta moral politik, hingga praktik demokrasi yang masih cenderung bersifat prosedural.
Menurut Lodewijk, ulama dan organisasi kemasyarakatan memiliki peran strategis sebagai penunjuk arah sekaligus pengingat ketika terjadi penyimpangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ia mengajak umat Islam untuk terus memperkuat persatuan serta berjuang melalui cara-cara yang benar guna mewujudkan politik yang membawa keberkahan bagi umat, bangsa, dan negara.
Baca Juga: Kiai Said Minta Kapal Indonesia Boleh Lewati Selat Hormuz: Umat Islam Indonesia Dukung Iran
"Politik adalah ibadah pengabdian, bukan jalan menuju kekayaan. Kepentingan bangsa dan negara merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kepentingan umat," ujarnya.