Jakarta, VIVA – Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental terdekat.
Baca Juga
Polisi masih menyelidiki kasus tewasnya dokter magang Siti Zahra Maghfira yang terjatuh dari lantai 18 apartemen di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, pada Minggu, 26 Juli 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kapolsek Pancoran, Kompol Mansur mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk petugas keamanan di tempat kejadian perkara (TKP).
Baca Juga
“Terkait dengan perkembangan soal dokter yang diduga lompat dari lantai 18 untuk pemeriksaan baru pemeriksaan saksi-saksi saja. Saksi yang ada di TKP, termasuk keamanan yang ada di sana,” kata Mansur, kepada wartawan, Selasa, 28 Juli 2026.
Namun, Mansur menerangkan, saat ini pihaknya belum dapat berkomunikasi dengan keluarga. Pasalnya masih dalam kondisi berduka.
Baca Juga
“Jadi sampai saat ini saya belum bisa komunikasi dengan keluarga, keluarga masih berduka. Jadi, yang pasti almarhum ini adalah dokter. Untuk di rumah sakit mananya kami belum bisa memastikan,” jelasnya.
Kemudian, mengenai penyebab lompatnya korban, saat ini pihak kepolisian juga masih melakukan proses penyelidikan.
“Jadi apa indikasi ini entah ini ada faktor hal-hal yang lainnya itu masih dalam proses penyelidikan,” ucap Mansur.
Misteri kematian seorang dokter program internship, yakni dr. Siti Zahra Maghfira di Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan, masih didalami aparat kepolisian.
Korban ditemukan meninggal dunia setelah diduga terjatuh dari lantai 18 pada Minggu, 26 Juli 2026. Penyidik hingga kini belum menarik kesimpulan mengenai penyebab di balik insiden tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Polisi masih mengumpulkan berbagai keterangan dan barang bukti untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi sebelum korban ditemukan meninggal dunia. Kapolsek Pancoran Komisaris Polisi Mansur mengungkapkan, hasil penyelidikan sementara menunjukkan korban tinggal bersama ibunya di unit apartemen tersebut.
“Korban tinggal berdua sama ibunya. Saat itu ibunya mengajak pergi ke mal, tetapi korban tidak mau dan tetap di unit,” kata Mansur saat dihubungi, Senin, 27 Juli 2026.
Halaman Selanjutnya
Tak lama setelah sang ibu meninggalkan apartemen, korban disebut mengunci pintu unit dari dalam. Berdasarkan temuan awal polisi, korban kemudian diduga melompat dari jendela apartemen yang berada di lantai 18.