Mukomuko (ANTARA) - Pihak Kepolisian Resor Mukomuko, Provinsi Bengkulu menyelidiki penyebab kematian seorang siswa sekolah menengah atas yang ditemukan di kawasan pesisir pantai Desa Rawa Bangun, Kecamatan XIV Koto, Kamis pagi.
“Kami juga masih melakukan pendalaman untuk memastikan identitas korban serta mengetahui secara jelas kronologi dan penyebab kematiannya,” kata Kepala Kepolisian Resor Mukomuko AKBP Riky Crisma Wardana di Mukomuko, Kamis.
Kemudian, Polres Mukomuko melalui Polsek Kota Mukomuko dan inafis sat reskrim Polres Mukomuko segera mendatangi lokasi dan melakukan pengamanan Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Dalam penanganan tersebut, Polres Mukomuko, Polsek Kota Mukomuko, Inafis Sat Reskrim bersama tim gabungan SAR serta unsur masyarakat terkait melakukan koordinasi dan penanganan di lokasi untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman, tertib dan sesuai prosedur.
Personel kepolisian juga melakukan pendataan terhadap saksi-saksi, mengamankan lokasi penemuan serta berkoordinasi dengan pihak medis dan unsur terkait lainnya sebelum korban selanjutnya dievakuasi menuju RSUD Mukomuko.
Saat ini jenazah berada di ruang IGD/Triase RSUD Mukomuko untuk menjalani pemeriksaan dan proses visum medis.
Sejumlah personel kepolisian juga masih melakukan pemantauan dan pengamanan selama proses pemeriksaan berlangsung, termasuk mendampingi pihak keluarga dan kerabat korban.
Pemeriksaan medis dan visum dilakukan untuk memperoleh keterangan medis mengenai kondisi korban serta membantu proses identifikasi dan pendalaman terkait penyebab kematian.
Hasil pemeriksaan tersebut nantinya menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian.
Dia memastikan setiap tahapan penanganan kejadian ini dikawal bersama tim gabungan Polsek Kota Dan Inafis Reskrim Polres Mukomuko Serta Sar Kabupaten Mukomuko dan unsur masyarakat terkait, mulai dari pengamanan TKP, proses evakuasi hingga pemeriksaan dan visum di RSUD Mukomuko.
Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terburu-buru menyimpulkan maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi, foto maupun video yang belum jelas sumber dan kebenarannya, terutama yang berkaitan dengan identitas korban, kronologi maupun penyebab kejadian.
Jangan sampai informasi yang belum terverifikasi kemudian disebarkan kembali dan menimbulkan keresahan atau kesalahpahaman,” tegasnya.
Masyarakat yang memiliki informasi berkaitan dengan kejadian tersebut diharapkan dapat menyampaikan kepada pihak kepolisian agar dapat dilakukan verifikasi dan ditindaklanjuti sesuai prosedur.
Polres Mukomuko juga mengingatkan masyarakat untuk memberikan ruang kepada petugas dan pihak keluarga selama proses pemeriksaan berlangsung serta tidak mengganggu jalannya proses medis maupun penyelidikan.
Hingga saat ini, Polres Mukomuko terus mengawal proses identifikasi, pemeriksaan medis dan penyelidikan guna memperoleh fakta yang akurat mengenai kejadian tersebut.
Pewarta: Ferri Aryanto
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.