Polda Sumsel bentuk tim kawal panen 810 ton bawang putih

2026/08/19

Polda Sumsel bentuk tim kawal panen 810 ton bawang putih

Rabu, 19 Agustus 2026 16:40 WIB

Image Print

Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho saat kegiatan penanaman varietas Sangga Sembalun, Lumbu Hijau, dan Lumbu Putih di Desa Gunung Agung, Kecamatan Semende Darat Tengah, Kabupaten Muara Enim, Rabu (19/8/2026). ANTARA/HO/Polda Sumsel

Palembang (ANTARA) - Polda Sumatera Selatan membentuk tim untuk mengawal perawatan 81 hektare lahan bawang putih dengan target panen 810 ton pada November 2026.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho di Muara Enim, Rabu, mengatakan pengawalan dilakukan untuk meminimalkan risiko gagal panen sekaligus menjaga produktivitas lahan secara berkelanjutan.

"Sebagai bentuk aksi nyata di lapangan, jajaran personel Polda Sumsel dikerahkan untuk mendampingi 113 petani yang tergabung dalam 14 kelompok tani di lima wilayah, yaitu Polres Muara Enim, Lahat, Pagar Alam, OKU Selatan, dan Empat Lawang," kata Sandi saat kegiatan penanaman bawang putih di Desa Gunung Agung, Kecamatan Semende Darat Tengah, Kabupaten Muara Enim.

Penanaman tersebut menggunakan varietas Sangga Sembalun, Lumbu Hijau, dan Lumbu Putih yang dikembangkan di lahan pertanian masyarakat.

Sandi mengatakan Polda Sumsel juga mendorong Kementerian Pertanian menambah pasokan bibit unggul secara berkala untuk mengantisipasi kendala ketersediaan bibit di lapangan.

Pengawasan perawatan tanaman tidak hanya dilakukan oleh jajaran kepolisian, tetapi juga melibatkan akademisi Universitas Sriwijaya dan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sumatera Selatan melalui pendampingan teknis.

Selain menjaga produksi, Polda Sumsel menyiapkan skema perlindungan mata rantai pascapanen untuk menjaga stabilitas harga bawang putih di tingkat petani.

Melalui program tersebut, Polda Sumsel menjadi kontributor lahan bawang putih terbesar kedua secara nasional.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya mengatakan pengawalan akan dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada kegiatan penanaman.

Menurut dia, langkah tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap gerakan swasembada pangan sekaligus upaya mendorong dampak ekonomi yang lebih nyata bagi masyarakat petani.

Pewarta: M. Imam Pramana
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026