Polda Lampung ingatkan santri bijak gunakan gawai dan tolak bullying
Jumat, 24 Juli 2026 21:42 WIB
Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf mengunjungi pondok pesantren di Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Jumat. (24/7/2026). (ANTARA/HO-Polda Lampung)
Bandarlampung (ANTARA) - Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf mengingatkan para santri agar menggunakan telepon genggam (gawai) secara bijak dan menolak segala bentuk perundungan (bullying).
"Pondok pesantren adalah kawah candradimuka untuk melahirkan generasi yang menjaga kemurnian ajaran Islam. Karena itu, gunakan telepon genggam secara bijak," kata Helfi saat melaksanakan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Darul Ma'arif, Desa Banjar Negeri, Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Jumat.
Ia mengatakan bahwa santri harus mampu menyaring informasi, khususnya materi keagamaan di media sosial, agar tidak mudah terpengaruh paham maupun ajaran yang menyimpang dari nilai-nilai Islam.
"Kalian harus cerdas memilah informasi agar tidak mudah terpengaruh doktrin atau ajaran yang keliru," katanya.
Menurut Helfi, penggunaan telepon genggam saat ini telah menjadi bagian dari proses belajar mengajar. Namun, kemudahan mengakses informasi harus diimbangi dengan kemampuan memahami serta memverifikasi setiap materi yang diterima, terutama yang berkaitan dengan ajaran agama.
"Hati-hati membaca dan menerjemahkan informasi agama di media sosial. Kalau ada yang belum jelas, jangan langsung dipercaya atau disebarkan. Tanyakan kepada guru di pondok agar pemahaman yang diterima tetap sesuai dengan ajaran yang benar," ujarnya.
Selain literasi digital, Kapolda Lampung juga memberikan arahan kepada santri tentang pentingnya pembentukan karakter melalui lingkungan pesantren yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan maupun kekerasan.
"Kalian datang ke pondok ini untuk menuntut ilmu, bukan menjadi korban bullying atau penganiayaan. Jangan pernah ada perundungan," kata dia.
Dia pun meminta kepada para santri untuk saling menjaga, mengingatkan, dan terbuka satu sama lain apabila terdapat masalah yang dihadapi di pondok pesantren.
"Saya harap para santri tidak saling menutupi jika terdapat persoalan. Kami harap semua santri yang di sini keluar dengan ilmu yang banyak, akhlak yang baik, dan menjadi kebanggaan orang tua serta masyarakat," katanya.
Pewarta : Dian Hadiyatna
Editor:
Citro Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.