Polda Bengkulu autopsi jenazah tanpa identitas di Pulau Enggano - ANTARA News Bengkulu

2026/09/14

Kota Bengkulu (ANTARA) - Kepolisian Daerah Bengkulu melakukan autopsi terhadap jenazah tanpa identitas yang ditemukan di pesisir Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, untuk mengetahui identitas dan penyebab kematiannya.

"Kami sampaikan pada hari ini sedang dilakukan autopsi dari jenazah yang ditemukan tanpa identitas di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara. Sementara ini untuk jenazah tengah dilakukan autopsi oleh Biddokkes Polda Bengkulu," kata Kepala Bidang Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Imam Wijayanto di Kota Bengkulu, Senin.

Namun, Imam menegaskan hingga kini belum dapat dipastikan apakah jenazah yang ditemukan tersebut merupakan salah seorang dari rombongan yang hilang.

"Kami belum bisa memastikan (apakah jenazah tersebut merupakan jurnalis yang hilang), tapi Dirkrimsus dan Kabid Dokes Polda Bengkulu sudah berkoordinasi dengan Polda Lampung untuk meminta ciri-ciri atau sampel yang ada dari sana," katanya.

Menurut Imam, berdasarkan pemeriksaan sementara, jenazah tersebut bukan warga setempat di Pulau Enggano.

Proses autopsi dan pemeriksaan lebih lanjut dilakukan untuk mengungkap identitas serta penyebab kematian jenazah tersebut.

Pesawat lepas landas dari Bandara Enggano menuju Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu pada pukul 07.58 WIB dengan didampingi dua petugas kepolisian.

Jenazah selanjutnya dibawa untuk menjalani pemeriksaan guna memastikan identitas dan penyebab kematiannya.

Sebelumnya, Kantor Pencarian dan Pertolongan Bengkulu menerima laporan penemuan jenazah tanpa identitas di kawasan pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Sabtu (12/9).

Sementara itu, lima jurnalis bersama tiga kru masih dalam pencarian setelah kapal cepat yang mereka tumpangi hilang kontak saat melakukan perjalanan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.

Rombongan tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Senin (7/9), sekitar pukul 14.00 WIB. Komunikasi dengan rombongan kemudian terputus dan operasi pencarian dilakukan tim SAR gabungan.

Pewarta: Anggi Mayasari
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.