PNM dampingi korban bencana Agam dengan trauma healing hingga pembentukan klaster usaha

2026/07/18

Lubuk Basung (ANTARA) - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Padang menggelar Program Klasterisasi X PNM Humanity di dua wilayah terdampak bencana Kabupaten Agam, Sumatera Barat, yakni Nagari Salareh Aia dan Huntara OW Linggai, Kecamatan Tanjung Raya.

Langkah nyata ini diambil untuk memulihkan kondisi mental sekaligus membangkitkan roda perekonomian masyarakat pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang sempat melanda kawasan tersebut beberapa waktu lalu.

Program yang mengintegrasikan dukungan psikologis, edukasi kebencanaan, hingga pendampingan ekonomi ini diikuti oleh 115 peserta, yang terdiri atas 76 nasabah PNM dan 39 masyarakat nonnasabah di wilayah setempat.

Pemimpin Cabang PNM Padang Hendra Jalius di Agam, Jumat (17/7) menyatakan bahwa pemulihan pascabencana tidak bisa hanya menyentuh aspek fisik dan infrastruktur semata, melainkan harus menyentuh sisi psikologis warga secara mendalam.

PNM berkomitmen untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit melalui akses pembiayaan dan pendampingan berkelanjutan agar warga kembali kuat secara mental, sosial, dan ekonomi.

Melalui kegiatan ini, BUMN pembiayaan mikro tersebut berharap masyarakat mampu bangkit dari keterpurukan, kembali berani menjalankan usaha, serta membangun pola kehidupan baru yang jauh lebih mandiri.

Dalam pelaksanaannya di Nagari Salareh Aia, sebanyak 76 peserta mengikuti sesi pemulihan trauma (trauma healing) yang dipandu langsung oleh psikolog profesional, Anggreini Ade Putri Remiyanto, M.Psi.

Pada sesi tersebut, para warga diajak untuk mengenali dan mengelola emosi terpendam, mengurangi tekanan psikologis, serta membangun kembali rasa aman demi memupuk optimisme masa depan.

Sementara itu, di Huntara OW Linggai, sebanyak 39 peserta tidak hanya menjalani sesi pemulihan trauma, tetapi juga mendapatkan edukasi kebencanaan serta pemaparan potensi usaha berbasis hasil perikanan Danau Maninjau.

Suasana haru sekaligus motivatif terjadi saat Dedek, seorang nasabah PNM Mekaar sekaligus pengusaha sukses olahan ikan danau, membagikan kisah perjuangannya dalam memanfaatkan potensi lokal pascabencana.

Diskusi interaktif tersebut akhirnya menjadi ruang terbuka bagi para peserta untuk saling bertukar pengalaman dan bersama-sama menggali peluang usaha baru berbasis komoditas yang melimpah di lingkungan mereka.

Program Klasterisasi X Humanity ini dipastikan menjadi langkah awal dari rangkaian pemulihan terintegrasi yang dirancang PNM bersama Pemkab Agam, BPBD, pemerintah nagari, hingga pelaku usaha untuk membentuk klaster ekonomi berkelanjutan, mulai dari penguatan psikologis, peningkatan kapasitas, identifikasi potensi ekonomi, hingga pembentukan klaster usaha yang tangguh dan berkelanjutan.

Potensi perikanan Danau Maninjau menjadi salah satu sektor yang akan didorong, mencakup penguatan kemampuan produksi, pengolahan, pemasaran, dan daya saing produk lokal.*