PMI Layani 94 Korban Gempa Flores di Sengari, Waspadai Ancaman Penyakit di Pengungsian

2026/08/21

Jum'at, 21 Agustus 2026, 17:40 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

Palang Merah Indonesia (PMI) mulai memberikan layanan kesehatan darurat bagi warga terdampak gempa bumi Flores di Posko Kesehatan Sengari, Kelurahan Wangkung, Kabupaten Manggarai. Pelayanan tersebut menjadi layanan kesehatan pertama yang hadir di wilayah Sengari pascagempa, meski dilakukan di tengah minimnya penerangan pada malam hari.

Hingga Selasa (18/8), tim medis PMI telah melayani 94 warga yang terdiri atas 32 laki-laki dan 62 perempuan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 pasien merupakan bayi dan balita, sedangkan 13 lainnya adalah anak-anak.

Tim medis memberikan berbagai layanan, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pembersihan dan perawatan luka, penjahitan luka robek, hingga pemberian obat-obatan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, keluhan kesehatan yang paling banyak ditemukan meliputi mialgia atau nyeri otot sebanyak 39 kasus, hipertensi 23 kasus, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sebanyak 20 kasus, serta dermatitis sebanyak 12 kasus.

Selain menyebabkan kerusakan rumah, gempa bumi yang disertai longsoran batu di sekitar permukiman juga mengakibatkan sejumlah warga mengalami cedera saat berupaya menyelamatkan diri.

Koordinator Medis Lapangan PMI, Siti Rahmawati, mengatakan sebagian besar pasien yang datang membutuhkan penanganan luka terbuka secara cepat karena terlambat memperoleh pertolongan.

"Sebagian besar pasien yang kami tangani mengalami luka robek terbuka. Beberapa di antaranya sudah mulai mengalami infeksi karena terlambat mendapatkan penanganan dan antiseptik," ujar Siti, dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (21/8/2026). .

PMI juga mengingatkan potensi munculnya gangguan kesehatan lain di lokasi pengungsian. Debu reruntuhan bangunan serta keterbatasan akses terhadap air bersih dinilai dapat meningkatkan risiko penyakit, terutama bagi kelompok rentan seperti bayi, balita, dan lansia.

Menurut Siti, penanganan kesehatan di lokasi bencana tidak hanya bergantung pada ketersediaan obat-obatan, tetapi juga harus didukung dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

"Obat-obatan saja tidak akan cukup jika sanitasi di lingkungan pengungsian masih buruk. Karena itu, kebutuhan air bersih, selimut, makanan siap saji untuk bayi, serta toilet komunal darurat juga sangat penting," jelasnya.

Baca Juga: Jusuf Kalla Turun Tangan, PMI Siapkan Operasi 3 Bulan Tangani Gempa NTT

Baca Juga: Jusuf Kalla: PMI Siap Tampung dan Salurkan Donasi untuk Korban Gempa NTT

Baca Juga: Manufaktur RI Keluar dari Zona Kontraksi, PMI Naik ke Level 50,2

PMI terus berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan, Polri, dan pemerintah daerah untuk memperkuat pelayanan kesehatan sekaligus mempercepat distribusi bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak.

Namun, penyaluran bantuan masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan akses menuju sejumlah wilayah terdampak akibat kerusakan jalur. Untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses, tim gabungan memanfaatkan kendaraan roda dua melalui jalur yang masih dapat dilalui.

Ke depan, PMI menyatakan akan terus memperkuat layanan kemanusiaan di Sengari sesuai kebutuhan masyarakat. Selain pelayanan kesehatan, organisasi tersebut juga memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar seperti air bersih, sanitasi, makanan, serta perlindungan bagi kelompok rentan hingga kondisi masyarakat berangsur pulih dan distribusi bantuan kembali normal.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.