PMI Kota Pekalongan gencarkan gerakan donor keliling jaga stok darah

2026/08/07

PMI Kota Pekalongan gencarkan gerakan donor keliling jaga stok darah

Jumat, 7 Agustus 2026 20:26 WIB

Image Print

Petugas Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia Kota Pekalongan sedang melakukan pengambilan darah dari pendonor di Pekalongan, belum lama ini, ANTARA/Kutnadi

Pekalongan (ANTARA) - Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menggencarkan gerakan donor berkeliling sebagai upaya menjaga ketersediaan stok darah dalam kondisi aman di tengah meningkatnya permintaan masyarakat untuk transfusi darah.

Petugas Pencari Pelestari Donor Darah Sukarela (PPDS) UPD PMI Kota Pekalongan Muhammad Fahmi di Pekalongan, Jumat, mengatakan bahwa meningkatnya kebutuhan darah tidak selalu tercermin dari pasien yang ditangani langsung oleh PMI.

"Sebagian besar permintaan berasal dari mekanisme dropping ke rumah sakit yang telah memiliki Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) sehingga PMI hanya mengirimkan darah, sedangkan pemeriksaan hingga penggunaan pada pasien dilakukan oleh rumah sakit," katanya.

Berdasarkan data UDD PMI stok darah tersedia untuk seluruh golongan darah beserta komponen darah yakni Whole Blood (WB), Packed Red Cell (PRC), PRC Leukodepleted (PRC LD), Thrombocyte Concentrate (TC), dan Fresh Frozen Plasma (FFP).

Kondisi ini dinilai masih mampu memenuhi kebutuhan pelayanan meski stok dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti permintaan.

"Paling banyak sebenarnya darah dropping ke rumah sakit. Kalau rumah sakit sudah memiliki BDRS maka pemeriksaan dilakukan secara mandiri sedangkan kami hanya mengirimkan darah sehingga penggunaan untuk pasiennya tidak diketahui," katanya.

Sementara itu, pada rumah sakit yang masih melakukan pemeriksaan kompatibilitas melalui PMI, kebutuhan transfusi darah paling banyak berasal dari pasien penyakit dalam dengan berbagai kasus, seperti Chronic Kidney Disease (CKD), thalasemia, anemia, dan penyakit lainnya.

Kebutuhan tersebut kemudian disusul pasien obstetri dan ginekologi, terutama ibu hamil maupun ibu yang menjalani persalinan.

Menurut dia, permintaan masyarakat pada darah mulai mengalami peningkatan sejak Juni 2026.

Jika pada Mei kebutuhan darah mencapai 1.193 kantong tetapi pada Juni 2026 meningkat menjadi 1.424 kantong dan pada Juli 2026 mencapai 1.337 kantong darah.

"Normalnya kebutuhan darah sekitar 1.100 kantong sampai 1.200 kantong per bulan. Namun mulai Juni permintaannya meningkat cukup signifikan sehingga perputaran stok menjadi lebih cepat," katanya.

Ia mengatakan pihaknya memberikan dukungan pelayanan transfusi darah bagi sembilan rumah sakit dan delapan rumah sakit di wilayah sekitar.

"Oleh karena itu, untuk menjaga ketersediaan stok tetap aman, kami terus menggencarkan kegiatan donor darah mobile di berbagai instansi, perusahaan, dan komunitas sejak awal Agustus 2026," katanya.

Pewarta: Kutnadi
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.