Pluang Dipercaya 13 Juta Orang Indonesia: 1 dari 5 Investor Baru Diversifikasi ke Aset Global dengan Kepemilikan Asli via PALN

2026/08/10

Bagikan:

JAKARTA - Generasi baru investor Indonesia kini membangun kekayaan dengan lebih terencana. Mereka secara aktif melakukan diversifikasi portofolio ke berbagai kelas aset dan mencari kepemilikan saham asli yang teregulasi secara lokal pada perusahaan global terkemuka seperti Microsoft, Apple, Google, dan Tesla.

Minat terhadap investasi Saham dan ETF Amerika Serikat melonjak tajam tahun ini menyusul rekor tertinggi indeks S&P 500. Berdasarkan data internal Pluang, selama tiga tahun terakhir, jumlah investor saham AS yang bertransaksi aktif setiap bulan meningkat 6 kali lipat, sementara investor pemula di kelas aset ini melonjak drastis hingga 63 kali lipat.

Adopsi investasi saham AS kini telah meluas, tidak lagi terbatas pada mereka yang pernah kuliah di luar negeri atau yang menetap di kota-kota metropolitan besar. Saat ini, 38 persen investor saham AS di Pluang berasal dari kota sekunder dan tertier. Pluang terus melayani investor di lebih dari 300 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia—menandakan pergeseran penerimaan dan adopsi investasi yang benar-benar telah menjadi mainstream.

Investasi Aset Global Kiji Menjadi Tren Mainstream

Total Dana Kelolaan (AUM) Saham dan ETF AS di Pluang telah tumbuh 19 kali lipat dalam tiga tahun terakhir. Pada Kuartal I 2026, sekitar 1 dari 5 investor baru memulai perjalanan investasinya melalui kelas aset ini. Komitmen jangka panjang para investor juga terbukti kuat: lebih dari 70 persen investor yang pertama kali membeli saham global setahun lalu masih memegang saham tersebut (hold) hingga hari ini. Hal ini menunjukkan kedisiplinan dalam diversifikasi jangka panjang, bukan sekadar spekulasi jangka pendek.

"Investor Indonesia kini jauh lebih mahir dalam menemukan peluang pertumbuhan baru. Dengan pola pikir yang lebih global, mereka mengejar peluang kelas dunia untuk melengkapi—bukan menggantikan—portofolio lokal mereka," ujar Andreas Agung Hendrawan, Director of Marketing & Commercial Pluang, Senin, 10 Agustus.

"Sebagai contoh, perusahaan-perusahaan yang berkaitan dengan Kecerdasan Buatan (AI) kini menguasai sekitar 45 persen dari kapitalisasi pasar S&P 500 (menurut data Goldman Sachs, 2026)—menegaskan mengapa akses yang teregulasi ke perusahaan-perusahaan tersebut sangat penting bagi investor Indonesia yang berdiversifikasi secara global agar mereka tidak tertinggal dari potensi pertumbuhan ini," tambahnya.

Dari sisi produk, Pluang kini menawarkan akses ke lebih dari 650+ saham dan ETF AS dengan kepemilikan asli dan pecahan saham (fractional ownership). Pluang juga menyediakan perangkat investasi lanjutan—termasuk Opsi (Options) dan Leverage—untuk investor berpengalaman, yang disesuaikan dengan manajemen risiko dan keterbukaan informasi.

Pluang secara penuh telah mentransisikan produk Saham AS dan ETF-nya ke skema Penyaluran Amanat Nasabah ke Bursa Luar Negeri (PALN) pada tahun 2025. Skema PALN adalah satu-satunya jalur resmi yang diakui pemerintah Indonesia untuk memfasilitasi investasi saham asing bagi investor ritel domestik dengan kepemilikan langsung atas saham dasar (underlying shares).

Melalui kemitraan Pluang dengan PT PG Berjangka— Pialang Berjangka berlisensi BAPPEBTI dan Perantara Pedagang Efek untuk Derivatif Keuangan berizin OJK—seluruh transaksi tercatat resmi di Bursa Berjangka Jakarta (JFX) dan dijamin oleh Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Transaksi ini dieksekusi di bursa AS melalui Alpaca Securities LLC, pialang anggota FINRA yang diawasi langsung oleh US SEC (Securities & Exchange Commission).

BACA JUGA:


Dengan demikian, investor memegang kepemilikan pecahan atas saham dasar lengkap dengan hak dividen yang proporsional. Hal ini diiringi dengan tingkat transparansi dan perlindungan investor yang jauh lebih baik. Sejak peluncuran produk saham global, para investor Pluang telah menerima total pembayaran dividen senilai puluhan miliar rupiah dari kepemilikan saham mereka—sebuah bukti nyata dan langsung dari kepemilikan saham asli.

"Seiring dengan semakin globalnya pandangan masyarakat Indonesia, tugas kami bukan hanya sekadar menyediakan akses, tetapi juga terus meningkatkan standar kualitas, transparansi, dan perlindungan investor di baliknya. Keputusan untuk bertransisi secara penuh ke skema PALN mencerminkan komitmen tersebut," tambah Andreas Agung.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+