PLN UP3 Nabire siapkan PLTMH Kalibumi dukung transisi energi - ANTARA News Papua Tengah

2026/09/07

Nabire (ANTARA) - PT PLN menyiapkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) berkapasitas 6,3 megawatt (MW) di Kalibumi, Distrik Nabire Barat untuk menambah pasokan energi terbarukan sekaligus mendukung transisi energi di Nabire, Papua Tengah.

Manager PLN UP3 Nabire Paulinus Mahuse di Nabire, Senin, mengatakan pembangunan PLTMH Kalibumi direncanakan mulai 2027 dan ditargetkan beroperasi secara komersial sekitar 2030.

“Kalau secara Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), pembangunan mulai 2027 dan pengoperasian diprediksi tahun 2030,” katanya.

Ia mengatakan, pembangkit tersebut akan terhubung dengan sistem kelistrikan Nabire sehingga tambahan energi dari tenaga air dapat mendukung kebutuhan listrik di wilayah perkotaan.

Kapasitas awal yang direncanakan mencapai 6,3 MW, namun PLN juga mengkaji peluang peningkatan kapasitas hingga 10 MW dengan mempertimbangkan perkembangan kebutuhan listrik di Nabire.

Menurutnya, PLTMH Kalibumi juga akan membantu meningkatkan keandalan sistem karena sumber pembangkit berada di lokasi berbeda.

Kondisi tersebut memungkinkan sistem memiliki sumber pasokan lain ketika pembangkit menjalani pemeliharaan atau mengalami gangguan.

PLN sebelumnya telah menyiapkan sekitar empat hektare lahan untuk lokasi kantor proyek dan berencana menambah sekitar dua hektare untuk lokasi pembangkit listrik. Kebutuhan lahan untuk akses mobilisasi material juga masih disiapkan.

Ia mengatakan proyek tersebut masih menghadapi sejumlah tahapan yang harus diselesaikan, termasuk proses analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) yang sedang berjalan.

PLN terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Pemerintah Kabupaten Nabire terkait proses perizinan lingkungan, penyiapan lahan, serta akses menuju lokasi pembangunan.

Ia mengatakan, pengembangan pembangkit PLN di Nabire ke depan diarahkan secara bertahap menuju pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT), termasuk tenaga air dan tenaga surya.

Namun, penambahan EBT juga perlu diikuti kesiapan sistem kelistrikan karena karakter sejumlah pembangkit terbarukan bersifat intermiten atau bergantung pada kondisi alam.

“Kita juga perlu transisi karena EBT ini sifatnya intermiten. Ini sementara dikaji lebih dalam supaya ketika EBT pembangunannya mulai, kita tidak kaget dengan permasalahan kestabilan sistem,” ujarnya.

PLN menyebut pengembangan PLTMH Kalibumi merupakan bagian dari pengembangan pembangkit EBT untuk memperkuat sistem kelistrikan Nabire.

Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.