PLN sebut rencana PLTP Gunung Ungaran masih tahap kajian
Minggu, 6 September 2026 20:11 WIB
Ilustrasi - Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. ANTARA/HO-PLN
Semarang (ANTARA) - PT PLN (Persero) menyebutkan bahwa rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Ungaran saat ini masih berada dalam tahap perencanaan dan studi kelayakan, serta belum memasuki tahap konstruksi maupun pengeboran.
Senior Manager Perijinan, Pertanahan dan Komunikasi PLN UIP Jawa Bagian Tengah Ferdyan Hijrah Kusuma, dalam pernyataan di Semarang, Minggu, mengatakan proses pengembangan akan dilakukan secara bertahap dengan mengacu pada hasil kajian dan ketentuan yang berlaku.
"PLN menghormati perhatian dan aspirasi masyarakat terkait rencana pengembangan panas bumi di kawasan Gunung Ungaran. Saat ini rencana tersebut masih dalam tahap perencanaan dan belum memasuki tahap konstruksi maupun pengeboran," katanya.
Dalam proses perencanaan, kata dia, PLN bersama para pihak terkait melakukan berbagai kajian yang mencakup aspek teknis, keselamatan, lingkungan, sosial, tata ruang, perizinan, hingga pelestarian cagar budaya.
"Setiap tahapan akan mempertimbangkan hasil kajian serta ketentuan dan peraturan yang berlaku. Masukan dan aspirasi masyarakat juga menjadi bagian penting dalam proses perencanaan," katanya.
Menurut dia, PLN memahami bahwa keberadaan sumber air dan keberlangsungan aktivitas masyarakat merupakan perhatian penting dalam rencana pengembangan panas bumi di Gunung Ungaran.
Karena itu, kata dia, aspek kebutuhan air serta potensi dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat menjadi bagian dari kajian yang dilakukan sebelum kegiatan memasuki tahapan berikutnya.
Ia menegaskan bahwa hasil kajian tersebut akan menjadi salah satu pertimbangan dalam pemenuhan persyaratan dan perizinan lingkungan.
Selain itu, ia memastikan bahwa pengembangan panas bumi juga memperhatikan kondisi bawah permukaan.
Sebelum menentukan lokasi sumur, dilakukan penelitian geologi dan geofisika untuk memahami kondisi batuan, air, panas, serta struktur bawah permukaan sebagai salah satu dasar dalam menentukan lokasi dan arah pengeboran.
Proyek pengembangan energi geothermal melalui PLTP Gunung Ungaran sebelumnya mendapatkan penolakan dari masyarakat, bahkan telah ada sejumlah petisi yang menghimpun ribuan tandatangan.
Penolakan karena proyek tersebut berada di di kawasan yang memiliki situs budaya Candi Gedong Songo, Kabupaten Semarang, dan dikhawatirkan memberikan dampak terhadap lingkungan sekitar.
Baca juga: KAI tambah kereta Semarang - Jakarta dampak erupsi Anak Krakatau
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.