PLN operasikan kembali Unit 2 PLTU Kaltim Teluk tekan pemadaman - ANTARA News Kalimantan Timur

2026/10/05

Balikpapan (ANTARA) - PT PLN (Persero) mengoperasikan kembali Unit 2 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kaltim Teluk berkapasitas 110 Megawatt (MW) setelah sempat mengalami kendala teknis selama dua bulan terakhir.

Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) Muchamad Meiryandi di Balikpapan, Senin, mengatakan beroperasinya unit ini diharapkan dapat menekan pemadaman listrik bergilir yang melanda sejumlah wilayah di Kaltim dan Kaltara.

"Beroperasinya Unit 2 untuk mendukung sistem merupakan perkembangan positif dalam upaya PLN memperkuat pasokan listrik Kalimantan," kata Meiryandi.

Menurut dia, penanganan teknis pada Unit 2 PLTU Kaltim Teluk telah rampung sepenuhnya. Pembangkit tersebut kini kembali menyuplai pasokan daya 110 MW ke jaringan Sistem Interkoneksi Kalimantan.

Sebelumnya, penghentian sementara dan penurunan daya operasi pembangkit berkapasitas total 2 x 110 MW ini memicu defisit pasokan. Kondisi tersebut berdampak pada pemadaman bergilir di permukiman warga serta sektor usaha di Kaltim dan Kaltara.

Untuk menambal defisit daya selama proses pemulihan PLTU Kaltim Teluk, PLN mengandalkan skema pasokan penopang sebesar 278 MW.

Suntikan daya tersebut ditopang oleh operasional PLTD Trisakti di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sebesar 25 MW dan PLTD Batulicin sebesar 10 MW. Selain itu, terdapat skema tambahan dari pembangkit sewa sebesar 158 MW yang terus diupayakan untuk memperkuat cadangan sistem.

Sementara itu, untuk Unit 1 PLTU Kaltim Teluk berkapasitas 110 MW yang masih menjalani perawatan skala besar (major maintenance), PLN mengerahkan 650 personel teknisi di lapangan.

Pengerahan ratusan tenaga ahli yang bekerja tanpa henti dalam skema tiga sif selama 24 jam tersebut dilakukan untuk memangkas waktu pengerjaan dari target normal 56 hari menjadi 48 hari.

"Percepatan terus kami lakukan dengan tetap memastikan setiap tahapan teknis dijalankan secara tepat agar unit benar-benar siap saat kembali beroperasi," ujar Meiryandi.

Ia mengungkapkan pengerjaan skala besar pada Unit 1 tersebut mencakup pemeriksaan menyeluruh terhadap komponen utama, perbaikan teknis, hingga pengujian kelaikan sebelum unit dihubungkan kembali ke sistem grid.

Proses pemeliharaan pembangkit penopang beban puncak tersebut dikelola langsung oleh anak perusahaan PLN, yakni PT PLN Nusantara Power selaku operator pengelola PLTU Kaltim Teluk.

Dengan skema kerja tersebut, PLN menargetkan seluruh rangkaian perawatan Unit 1 dapat diselesaikan sepenuhnya pada akhir Oktober 2026 demi memulihkan pasokan daya secara utuh.

Pewarta: Arumanto/Novi Abdi
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.