Mempawah (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat menyalurkan bantuan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa pengembangan budidaya tanaman jahe gajah kepada Kelompok Tani Siung Mas di Desa Antibar, Kabupaten Mempawah, sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian.
Penyerahan bantuan dilakukan pada Minggu (12/7) dan dihadiri Komisaris Independen PT PLN (Persero) Ali Masykur Musa, Wakil Bupati Mempawah Juli Suryadi Burdadi, General Manager PLN UID Kalimantan Barat Maria G.I. Gunawan, jajaran pemerintah daerah, pemerintah desa, serta anggota Kelompok Tani Siung Mas. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan panen jahe gajah bersama.
Melalui program tersebut, PLN memberikan dukungan berupa penyediaan bibit jahe gajah, pengembangan lahan budidaya, penyediaan sarana penunjang seperti paranet, serta pendampingan teknis mulai dari penanaman hingga pascapanen.
Program itu ditargetkan mampu mendukung pengembangan lahan budidaya hingga delapan hektare dengan produktivitas mencapai sekitar 20 ton per hektare sehingga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas usaha dan pendapatan petani.
Wakil Bupati Mempawah Juli Suryadi Burdadi mengapresiasi dukungan PLN yang dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan dan mengembangkan potensi pertanian.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Mempawah, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT PLN atas kepedulian melalui program tanggung jawab sosial perusahaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Antibar, khususnya petani jahe. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat merupakan modal penting dalam memperkuat sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani," katanya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen, sekaligus memperkuat posisi jahe sebagai salah satu komoditas unggulan Kabupaten Mempawah yang memiliki peluang pasar hingga kawasan perbatasan.
Pembina Kelompok Tani Siung Mas Miftahul Akhyar mengatakan dukungan PLN memberikan motivasi bagi petani untuk mengembangkan budidaya jahe gajah secara lebih profesional.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada PT PLN (Persero) yang telah memberikan perhatian dan pendampingan kepada Kelompok Tani Siung Mas. Bantuan ini bukan hanya berupa sarana dan prasarana budidaya, tetapi juga membangun optimisme petani untuk mengembangkan komoditas jahe gajah secara lebih profesional dan berkelanjutan," ujarnya.
Sementara itu, Komisaris Independen PT PLN (Persero) Ali Masykur Musa mengatakan program TJSL merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan manfaat kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan pemberdayaan.
"PLN hadir bukan sekadar mencari laba, tetapi juga memiliki penugasan sosial untuk berbagi dalam rangka menyejahterakan rakyat. Kami mengapresiasi kelompok tani yang telah menjadi mitra PLN. Semoga bantuan ini dapat menambah penghasilan para petani," katanya.
General Manager PLN UID Kalimantan Barat Maria G.I. Gunawan mengatakan PLN terus berupaya menghadirkan manfaat yang lebih luas melalui program pemberdayaan masyarakat di samping penyediaan layanan kelistrikan.
"Melalui program TJSL, PLN ingin menghadirkan manfaat yang berkelanjutan, tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur kelistrikan, tetapi juga melalui pemberdayaan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Maria menambahkan program tersebut diharapkan menjadi embrio pengembangan Electrifying Agriculture, yakni pemanfaatan energi listrik untuk mendukung produktivitas sektor pertanian mulai dari proses budidaya, pengolahan hasil panen hingga distribusi.
Menurut dia, melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, dan kelompok tani, program budidaya jahe gajah diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang mampu meningkatkan nilai tambah produk pertanian serta memperkuat perekonomian desa.
Pewarta: Rilis
Uploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.