Pontianak (ANTARA) - Bupati Sambas, Kalimantan Barat, Satono mengatakan dengan telah diresmikannya Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk yang terhubung langsung dengan Pos Kawalan Sempadan (PKS) Telok Melano di Sarawak, Malaysia dapat memperkuat ekonomi lokal.
"Sangat bersyukur PLB Temajuk di Kecamata Paloh sudah diresmikan Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI Makhruzi Rahman pada Jumat (21/9/2026). Hadirnya PLB tentu dapat memperkuat ekonomi lokal," ujarnya saat dihubungi di Sambas, Sabtu.
Lebih lanjut, Satono menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur perbatasan seperti PLB Temajuk mendukung konektivitas antar wilayah untuk peningkatan aktivitas ekonomi, pariwisata, serta sosial budaya lintas batas, baik antar daerah maupun antarnegara.
"Ini akan berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Temajuk punya destinasi wisata alam berupa pantai yang selalu dikunjungi warga di Kalbar. Nah dengan dibuka PLB akan membuka lebar kunjungan wisatawan luar negeri. Dengan begitu, sektor pariwisata jalan, UMKM jalan dan ekonomi lokal menggeliat," papar dia.
Ia menambahkan pembukaan jalur resmi juga dinilai menjadi momentum penting bagi warga perbatasan kedua negara, selain penguatan ekonomi lokal juga sebagai upaya pemerintah memberantas praktik perlintasan ilegal yang selama ini merugikan banyak pihak.
"Dibukanya jalur resmi tersebut masyarakat didorong untuk tidak lagi menggunakan jalur-jalur tikus. Sekarang semua akses sudah tersedia dengan prosedur yang legal dan aman. PLB ini tentu dapat menekan praktek ilegal ," papar dia.
Orang nomor satu di Kabupaten Sambas itu berharap, dengan beroperasinya PLB Temajuk ke depan pemerintah pusat dapat mempertimbangkan peningkatan status menjadi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Temajuk.
"Peningkatan status tersebut dinilai krusial agar kawasan perbatasan dapat bertransformasi menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Kabupaten Sambas," harap dia.
Pewarta: Dedi
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.