Padang (ANTARA) - Masa remaja merupakan periode transisi yang rentan terhadap berbagai persoalan psikososial. Perkembangan teknologi digital juga membuat perundungan tidak hanya terjadi secara langsung, tetapi meluas melalui media sosial dan ruang digital.
Bullying dan cyberbullying dapat berdampak terhadap kesehatan mental, hubungan sosial, dan proses belajar remaja. Rendahnya literasi kesehatan mental serta kemampuan mengelola emosi menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian.
Dengan latar belakang tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Baiturrahmah melaksanakan kegiatan “Pendampingan Pencegahan Bullying dan Cyberbullying melalui Edukasi Kesehatan Mental Remaja” di SMAN 8 Kota Padang pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Tim PkM diketuai Dr. Sevilla Ukhtil Huvaid, SKM., M.Kes., dengan anggota Hilda Hidayat, SKM., M.Kes., Tosi Rahmaddian, SKM., MARS., CRA., Dr. Sukarsi Rusti, SKM., M.Epid., Yulianita, S.S., M.Hum., dan drg. Hanim Khalida Zia, MARS. Kegiatan turut melibatkan mahasiswa Aniqa Kardeani dan Elsa Haryuningsih.
Kegiatan diikuti sebanyak 65 siswa SMAN 8 Kota Padang. Pelaksanaan PkM dibuka secara resmi oleh Kepala SMAN 8 Kota Padang dan turut dihadiri Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan sebagai bentuk dukungan sekolah terhadap program.
Dalam kegiatan tersebut, tim memberikan edukasi mengenai kesehatan mental remaja, meliputi pengenalan stres dan kecemasan, pengendalian emosi, peningkatan rasa percaya diri, pentingnya dukungan sosial, serta komunikasi positif dalam kehidupan sehari-hari.
Materi kemudian diperkuat dengan edukasi mengenai bullying dan cyberbullying, bentuk-bentuk perundungan, dampaknya terhadap kesehatan mental, konsekuensi sosial dan hukum, serta strategi pencegahan dan pelaporan ketika siswa mengalami maupun menyaksikan tindakan perundungan.
Perhatian juga diberikan pada literasi digital dan etika bermedia sosial. Siswa dibekali pemahaman mengenai perlindungan privasi, komunikasi digital yang sehat, pengendalian penggunaan media sosial, serta pencegahan penyebaran ujaran kebencian dan konten negatif.
Penyampaian materi menggunakan pendekatan partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, tanya jawab, video edukasi, simulasi kasus atau role play, studi kasus sederhana, permainan edukatif, serta peer education agar siswa terlibat aktif selama kegiatan.
Program turut mengenalkan pendekatan peer support atau dukungan sebaya. Melalui pendekatan ini, siswa didorong menjadi bagian dari lingkungan sosial yang saling mendukung, mampu membangun empati, serta berani menyampaikan permasalahan kepada pihak yang tepat.
Media edukasi berupa poster, leaflet, materi, serta modul digital juga dimanfaatkan untuk memperkuat pesan kegiatan. Media tersebut memuat informasi kesehatan mental, pencegahan bullying dan cyberbullying, komunikasi positif, serta penggunaan media sosial secara bijak.
Kegiatan juga diarahkan untuk membangun kesadaran bahwa ejekan, mempermalukan teman, menyebarkan foto atau video tanpa izin, hingga memberikan komentar negatif di media sosial bukan sekadar candaan dan dapat memberikan dampak psikologis kepada korban.
Melalui kegiatan ini, tim PkM Unbrah berupaya meningkatkan pengetahuan siswa mengenai kesehatan mental, bullying, dan cyberbullying, sekaligus memperkuat kemampuan komunikasi positif, pengendalian emosi, empati sosial, dan penggunaan media sosial secara sehat.
Kolaborasi dengan pihak sekolah diharapkan memperkuat upaya promotif dan preventif dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, suportif, dan ramah remaja serta mendorong keberlanjutan edukasi kesehatan mental dan kampanye anti-bullying di sekolah.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini didanai oleh Yayasan Pendidikan Baiturrahmah melalui alokasi anggaran Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Baiturrahmah.*
