PGN kembangkan jaringan gas di Trenggalek untuk UMKM dan rumah tangga
Minggu, 18 Oktober 2026 18:10 WIB
kegiatan bimbingan teknis (bimtek) dan sosialisasi penyebarluasan informasi terkait pengaturan dan pengawasan gas bumi melalui pipa yang diselenggarakan oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama anggota Komisi XII DPR RI dan PGN di Kabupaten Trenggalek. (ANTARA/HO-PGN)
Semarang (ANTARA) - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina mendukung upaya pengembangan pemanfaatan gas bumi melalui jaringan pipa bagi rumah tangga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.
Direktur Gas Bumi BPH Migas Muhiddin, dalam pernyataan yang diterima di Semarang, Minggu, menjelaskan bahwa pemanfaatan gas bumi melalui jaringan pipa dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui partisipasi PGN dalam kegiatan bimbingan teknis (bimtek) dan sosialisasi penyebarluasan informasi terkait pengaturan dan pengawasan gas bumi melalui pipa yang.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama anggota Komisi XII DPR RI dan PGN di Kabupaten Trenggalek.
Melalui jaringan gas bumi untuk rumah tangga (jargas), gas disalurkan langsung ke rumah pelanggan melalui jaringan pipa sehingga masyarakat tidak perlu melakukan pembelian dan penggantian tabung gas secara berkala.
Menurut dia, langkah tersebut sejalan dengan komitmen PGN untuk memperluas akses energi yang praktis, efisien, dan lebih ramah lingkungan.
Sekaligus, mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi domestik dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui partisipasi PGN dalam kegiatan bimbingan teknis (bimtek) dan sosialisasi penyebarluasan informasi terkait pengaturan dan pengawasan gas bumi.
Yakni, melalui pipa yang diselenggarakan oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama Anggota Komisi XII DPR RI dan PGN di Kabupaten Trenggalek.
"Kegiatan ini menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat penggunaan gas bumi melalui jaringan pipa," katanya.
Serta, membuka ruang diskusi mengenai potensi pengembangan infrastruktur gas bumi yang dapat mendukung kebutuhan energi rumah tangga maupun kegiatan ekonomi masyarakat.
Ia mengatakan pengembangan jargas juga menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap elpiji impor.
"Dengan adanya program jargas ini, kita akan bisa menekan impor LPG yang sampai saat ini sudah mencapai 7,5 juta ton per tahun," katanya.
Sementara itu, anggota Komisi XII DPR RI Dr. Sartono menekankan bahwa pengaturan dan pengawasan penyaluran gas bumi melalui pipa memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan energi, daya saing industri, kepastian investasi, serta perlindungan konsumen.
Pengembangan infrastruktur gas bumi perlu dilakukan secara terintegrasi, mulai dari ketersediaan sumber pasokan hingga penyaluran kepada konsumen akhir, agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian daerah.
Ia juga menyoroti peluang pengembangan jaringan gas bumi di wilayah Mataraman, termasuk Kabupaten Trenggalek, dengan mempertimbangkan potensi wilayah dan kebutuhan energi masyarakat.
"Peluang pembangunan jargas perlu dibahas lebih lanjut bersama kementerian dan lembaga terkait dengan mempertimbangkan potensi wilayah serta kebutuhan masyarakat," katanya.
Area Head PGN Sidoarjo Heri Frastiono menyampaikan bahwa Kabupaten Trenggalek memiliki potensi ekonomi lokal yang dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan pemanfaatan gas bumi, khususnya untuk mendukung kegiatan usaha masyarakat.
Beragam produk unggulan daerah, seperti keripik tempe, alen-alen, dan produk olahan lainnya, mencerminkan aktivitas UMKM yang membutuhkan energi untuk mendukung proses produksi.
Pemanfaatan gas bumi berpotensi menjadi salah satu alternatif sumber energi yang praktis dan efisien bagi pelaku usaha apabila didukung oleh kesiapan pasokan dan infrastruktur yang memadai.
"Gas bumi memiliki keunggulan dari sisi kepraktisan, kenyamanan, potensi efisiensi biaya energi, serta karakteristik pembakaran yang lebih bersih. Bagi pelaku UMKM, ketersediaan energi yang andal dan berkelanjutan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran proses produksi dan pengembangan usaha," katanya.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.