Washington (ANTARA) - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menampik kemungkinan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelum kepercayaan antara Iran dan Amerika Serikat kembali dibangun.
Dalam sebuah wawancara dengan CBS, Jumat (25/9), Pezeshkian ditanyakan apakah dia siap bertemu dengan Trump atau mengundang presiden AS itu ke Iran.
"Selama mereka tidak menghentikan tindakan yang mereka paksakan kepada kami setiap hari, sulit bagi kami untuk mempercayai mereka," jawab Pezeshkian.
Dia juga mengakui bahwa menyelenggarakan pertemuan semacam itu akan sangat sulit.
Baca juga: Presiden Pezeshkian tepis rumor Iran produksi bom nuklir
Pada Selasa (22/9), Trump mengatakan utusan khusus AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner, bertemu dengan para mediator di sela-sela agenda Sidang ke-81 Majelis Umum PBB untuk membahas kesepakatan dengan Iran.
Kemudian, Kamis (24/9), Amerika Serikat dan Iran dilaporkan sedang membahas penghentian perang secara bertahap, yang akan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan blokade ekonomi terhadap Iran.
Konflik antara AS dan Iran dimulai sejak 28 Februari lalu saat AS dan Israel mulai melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran hingga memicu serangan balasan.
Pada pertengahan Juni, Iran dan AS telah menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan, meskipun permusuhan tersebut tak lama kemudian kembali berkobar. Hingga kini, konflik tersebut masih belum terselesaikan.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Iran dorong BRICS bentuk sekretariat permanen tingkatkan efektivitas
Baca juga: Iran: Negara-negara Arab teken kesepakatan jalur baru di Selat Hormuz
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.