Lima -
Sebuah pesawat kecil jatuh di Peru tepatnya atas situs arkeologi Garis Nazca. Ini bukan insiden pertama dalam beberapa dekade terakhir.
Pada tahun 2022, sebuah pesawat wisata kecil lainnya jatuh saat terbang di atas situs Garis Nazca, menewaskan tujuh orang di dalamnya.
Sementara insiden kecelakaan terbaru, seperti dilansir dari BBC pada Minggu (2/8/2026), terjadi pada pesawat Cessna Caravan C-208 milik maskapai penerbangan lokal Peru Aerodiana. Pesawat telah lepas landas dari Bandara Pisco sekitar pukul 12:10 siang waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelas penumpang dan dua pilot berada di dalamnya. Para penumpang termasuk dua wisatawan Jerman, dua wisatawan Spanyol, dan tujuh wisatawan Italia, lapor kantor berita negara Peru.
Sekitar pukul 13.00 waktu setempat, awak pesawat melaporkan situasi darurat ke menara kontrol di bandara Nazca, setelah itu semua kontak radio terputus, kata Kementerian Transportasi dalam sebuah pernyataan.
Setelah jatuh, pesawat terbakar, sehingga upaya penyelamatan menjadi mustahil, menurut penyiar Peru RPP. Petugas pemadam kebakaran dan polisi kota dikerahkan untuk memadamkan api dan melakukan upaya penyelamatan awal.
Rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan puing-puing yang berasap dari apa yang tampak seperti pesawat kecil di dataran kering.
"Mengingat parahnya kecelakaan, tidak ada yang selamat. Kami telah menemukan empat jenazah sejauh ini," kata Mayor Polisi Jorge Andrade, menurut AFP.
Aerodiana mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka "akan menilai jadwal penerbangannya sesuai dengan arahan dari otoritas terkait". Penyebab kecelakaan belum diketahui.
Garis Nazca, gambar-gambar besar dan figur geometris yang diukir di dataran gurun di selatan negara itu, adalah salah satu tujuan wisata utama Peru, yang menarik sekitar 100.000 pengunjung setiap tahunnya. Pengunjung biasanya melihatnya dari pesawat kecil yang terbang di atas lokasi tersebut.
Penerbangan di atas Garis Nazca yang berangkat dari Bandara Maria Reiche terdekat telah ditangguhkan pada hari Jumat karena angin yang melebihi 40 kph (25 mph), yang menimbulkan debu dan mengurangi jarak pandang.
(bnl/ddn)