Bandung (ANTARA) - Perum Perumnas Samesta Pasadana menawarkan skema booking rumah menggunakan minyak jelantah, dengan ketentuan 520 mililiter untuk satu unit dan 810 mililiter untuk dua unit dalam program khusus.
Kepala Unit Pemasaran Perumnas Samesta Pasadana, Rio Rama Nujam di Bandung, Sabtu, mengatakan program tersebut mengusung konsep "dari minyak jelantah menjadi rumah" dan baru dimulai Agustus 2026.
"Nah, dengan cara dari minyak jelantah menjadi rupiah, kita membuat backline juga terhadap dari minyak jelantah menjadi rumah," katanya.
Ia menjelaskan konsumen yang ingin membeli atau melakukan booking satu unit rumah cukup mengumpulkan 520 mililiter minyak jelantah, sedangkan dua unit membutuhkan 810 mililiter sesuai ketentuan program.
"Ketika konsumen memutuskan untuk membeli rumah atau booking rumah. Itu hanya dibutuhkan 520 mililiter untuk mendapatkan unit rumah. Ketika konsumen atau warga memilih untuk pengambilan dua unit cukup dengan 810 mililiter, bisa ditukar terhadap dua unit rumah," ujarnya.
Rio mengatakan skema tersebut sekaligus digunakan memberikan edukasi kepada warga lama maupun calon penghuni Perumnas tersebut mengenai pengelolaan minyak jelantah dari rumah secara berkelanjutan.
"Konsep itu kami terapkan sampai dengan pembelian unit rumah, sehingga dari sisi warga yang eksisting, sudah kita edukasi, kemudian dari sisi warga yang akan menjadi warga kita, kita edukasi dari awal," ujarnya.
Ia menyebut edukasi tersebut diharapkan membuat warga memahami pengelolaan minyak jelantah sehingga ketika program serupa kembali dilaksanakan, warga sudah memiliki pemahaman dalam mengelola minyak jelantah.
Program tersebut baru dimulai Agustus 2026 untuk momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus menyambut HUT ke-52 Perumnas, dengan skema yang menghubungkan pengelolaan limbah rumah tangga dan kepemilikan rumah.
Dalam pelaksanaannya, Perumnas Samesta Pasadana bekerja sama pemilik mesin untuk menimbang minyak jelantah yang dikumpulkan warga, kemudian mengarahkan limbah tersebut agar memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
"Jadi dari jelantah jadi rupiah, karena di sini kita bekerja sama dengan mitra. Jadi kita memiliki mesin sendiri untuk menimbang terhadap minyak jelantah. Di mana setiap minyak jelantah, di sisi warga dapat mendapatkan nilai berupa rupiah," ujarnya.
Rio mengatakan skema minyak jelantah untuk booking rumah tersebut merupakan inovasi perdana di lingkungan Perumnas secara nasional dan pertama kali diterapkan di Perumnas Pasadana sebagai bagian program khusus momentum kemerdekaan tahun 2026.
"Jadi Perumnas Pasadana itu menjadi yang perdana dari seluruh proyek yang ada di Perumnas secara nasional," katanya.
Pewarta: Ilham Nugraha
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.