Perumda Jateng-investor Dubai teken kerja bangun kilang minyak di Jepara
Kamis, 17 September 2026 21:49 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menyaksikan penandatanganan kerja sama antarbadan usaha untuk rencana investasi pembangunan "mini refinery" Kabupaten Jepara, di Semarang, Kamis (17/9/2026). (ANTARA/HO-Pemprov Jateng)
Semarang (ANTARA) - Rencana investasi pembangunan kilang minyak mini (mini refinery) berkapasitas awal 10 ribu barel per hari senilai Rp5 triliun oleh investor asal Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, resmi berlanjut, usai dilakukan penandatanganan kerja sama dengan Perumda Aneka Usaha Jepara.
Komisaris Nusantara Petroleum and Petrochemical, Talal Ourfali di Semarang, Kamis, menilai dukungan penuh Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mempercepat proses rencana investasi proyek kilang mini tersebut.
Penjajakan yang berlangsung hampir satu tahun itu kini berlanjut pada penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Perumda Aneka Usaha Jepara.
Ia menjelaskan proses tersebut dimulai dari kedatangan pihak investor ke Jateng, kemudian komunikasi berlanjut hingga tercapai kesepakatan awal yang ditindaklanjuti melalui kerja sama antarbadan usaha.
Menurut dia, dukungan pemerintah daerah sangat membantu merealisasikan investasi tersebut.
Ia menyampaikan perusahaan menargetkan pengembangan kapasitas hingga 60 ribu barel per hari, serta membuka peluang bisnis lain setelah investasi awal berjalan.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan komitmennya mengawal kelanjutan kerja sama tersebut.
"Tentu saya sebagai gubernur sangat mengizinkan sekali dan akan kita support terkait dengan kegiatan ini," katanya.
Untuk mempercepat tindak lanjutnya, ia menyatakan telah menghubungi Pertamina dan akan berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Langkah itu diarahkan untuk mendukung kepastian pasokan minyak mentah seiring persiapan infrastruktur proyek.
"Termasuk minyak mentahnya harus jelas dan pasti," katanya.
Ia menilai komitmen investor tersebut menunjukkan kepercayaan terhadap Jateng di tengah tantangan global sehingga berharap investasi itu dapat meningkatkan pendapatan daerah dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
"Di saat geopolitik, di saat tekanan fiskal, Jawa Tengah masih menjadi tujuan investasi," katanya.
Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo yang hadir dalam kesempatan itu menyampaikan calon investor telah meninjau lahan dan lokasi pendaratan kapal untuk pengangkutan minyak.
Lokasi tersebut dinilai cocok, sedangkan pemenuhan pasokan bahan baku masih membutuhkan dukungan.
Melalui kerja sama itu, pengembangan "mini refinery" diharapkan membuka lapangan kerja, meningkatkan aktivitas ekonomi, serta memperkuat peran BUMD dan potensi pendapatan asli daerah Jepara.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.