Perumda Balikpapan kurangi jam layanan 38 ribu pelanggan - ANTARA News Kalimantan Timur

2026/09/08

Balikpapan (ANTARA) - Perumda Air Minum Tirta Manuntung , Balikpapan, Kaliamantan Timur telah mengurangi jam layanan kepada 38 ribu pelanggan menyusul turunnya debit air baku di Waduk Manggar, akibat musim kemarau panjang.

“Penurunan debit terjadi di dua sumber utama. Dari IPA (instalasi pengolah air) turun sekitar 220 liter per detik, dan dari waduk turun sekitar 140 liter per detik. Total kehilangan kapasitas mencapai 360 liter per detik,” kata Direktur Teknik Perumda Tirta Manuntung Balikpapan, Muhammad Koheiruddin, di Balikpapan, Senin.

Kondisi ini membuat distribusi air tidak bisa berlangsung penuh seperti hari normal.

"Jam pelayanan berkurang, tetapi tidak ada penghentian total,” ujarnya.

Menurut dia, saat waktu normal air selalu mengalir setiap pelanggan membuka keran air di rumahnya, namun untuk masa kemarau ini, air hanya akan mengalir di waktu-waktu tertentu saja.

Wilayah yang paling terdampak dari pengurangan jam layanan PDAM adalah Balikpapan Timur karena suplai turun signifikan.

Beberapa titik di Balikpapan Utara, Tengah, Selatan, dan Barat juga mengalami pengurangan jam alir, terutama pada pagi dan sore hari.

Perumda menyiapkan tiga terminal tangki sebagai langkah mitigasi. Terminal berada di Balikpapan Barat, Balikpapan Selatan yang melayani Selatan dan Timur, serta Balikpapan Utara yang melayani Utara dan Tengah.

"Kami prioritaskan wilayah yang mengalami gangguan paling berat,” kata Koheiruddin.

Ia mengimbau pelanggan menyiapkan tampungan air selama periode kemarau dan El Niño yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober.

“Gunakan air secara bijaksana dan siapkan tampungan untuk kebutuhan harian,” ujarnya.

Waduk Manggar merupakan sumber utama air baku Balikpapan dengan kapasitas tampungan normal sekitar 16 juta meter kubik.

Dalam kondisi ideal, elevasi muka air waduk berada di kisaran 10,30 hingga 12 meter dan mampu menyuplai sekitar 1.000 liter per detik untuk kebutuhan kota.

Namun selama kemarau 2026, permukaan air waduk turun signifikan hingga berada di level 9,5 meter, atau menyusut sekitar 2,5 meter dari kondisi normal.

Volume tampungan juga merosot menjadi sekitar 12,9 juta meter kubik. Penurunan ini terjadi akibat minimnya curah hujan dan laju penyusutan harian yang mencapai 2–3 sentimeter.

Dalam kondisi terparah, Waduk Manggar diperkirakan hanya mampu menopang kebutuhan air baku selama 2,5 hingga 3 bulan jika tidak terjadi hujan.

Perumda bersama Balai Wilayah Sungai Kalimantan IV telah menyiapkan skema pengurangan debit pengambilan air dari waduk apabila elevasi turun melewati batas aman.

Pewarta: Arumanto/Novi Abdi
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.