Pertiwi Kilang Plaju gelar talkshow cegah kekerasan perempuan dan anak
Jumat, 28 Agustus 2026 19:46 WIB
Kilang Plaju menggelar sosialisasi pencegahan kekerasan berbasis gender dan perlindungan anak melalui agenda Pertiwi Talk di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (28/8/2026). (ANTARA/HO/RU 3)
Palembang (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju melalui wadah pekerja perempuan Pertiwi RU Plaju menggelar sosialisasi pencegahan kekerasan berbasis gender dan perlindungan anak melalui agenda Pertiwi Talk di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat.
Diskusi bertajuk "Berani Bicara, Berani Melindungi: Bersama Mencegah dan Mengakhiri Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak" tersebut menghadirkan narasumber dari kepolisian dan praktisi kesehatan mental.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Andes Purwanti memaparkan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Sumsel dipicu akumulasi faktor multidimensi, seperti dinamika keluarga, tekanan ekonomi, hingga minimnya edukasi komunikasi.
Berdasarkan data Ditresres PPA dan PPO Polda Sumsel sepanjang Triwulan I hingga Triwulan II 2026, kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) naik dari 127 menjadi 131 kasus, sedangkan kekerasan terhadap anak meningkat dari 110 menjadi 122 kasus.
Selain itu, tercatat 76 kasus persetubuhan serta kasus Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang melonjak dari 19 menjadi 43 kasus.

Guna merespons kondisi tersebut, Polda Sumsel menjalankan mekanisme penanganan korban terpadu melalui enam tahapan, mulai dari penerimaan laporan, asesmen risiko, perlindungan darurat, penyidikan, pendampingan hukum dan psikologis, hingga pemulihan sosial.
Sementara itu, Psikolog Klinis Health Kilang Plaju Rezza Nadear Nenovarmaychisa menekankan pentingnya membangun relasi keluarga yang sehat berbasis lima pilar, yaitu saling menghargai, kepercayaan, komunikasi terbuka, batasan jelas, dan saling mendukung.
"Anak tidak membutuhkan ibu yang sempurna, tetapi rasa aman, perasaan dipahami, didengar, dan selalu didukung," kata Rezza.
Ia mengimbau pekerja perempuan untuk memanfaatkan sistem pendukung (support system) serta membagi peran pengasuhan dengan pasangan agar menciptakan ruang aman di rumah.
Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Plaju sekaligus Ketua Pertiwi RU Plaju Siti Fauzia menegaskan komitmen perusahaan dalam mewujudkan lingkungan kerja yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan (respectful workplace).
Melalui semangat "Berani Bicara, Berani Melindungi", ia mengajak seluruh pekerja dan komunitas Persatuan Wanita Patra (PWP) untuk proaktif mengenali tanda kekerasan serta menegakkan budaya zero tolerance di lingkungan kerja maupun rumah tangga.
Pewarta: Pewarta Sumsel
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026