Pertamina memastikan keandalan distribusi energi di Indonesia timur

2026/09/05

Baubau, Sulawesi Tenggara (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama pemerintah meninjau langsung Fuel Terminal (FT) Baubau di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara guna memastikan keandalan distribusi energi di wilayah Indonesia Timur tetap aman dan lancar.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Deny Sukendar mengatakan kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi sekaligus memastikan kesiapan FT Baubau dalam menjalankan perannya sebagai backbone distribusi energi di kawasan Indonesia Timur.

“FT Baubau memiliki peran strategis dalam menjaga kesinambungan distribusi energi, khususnya untuk wilayah-wilayah di kawasan Indonesia Timur. Karena itu, kami terus memastikan sarana dan fasilitas, kesiapan personel, serta proses operasional dikelola secara optimal agar penyaluran dapat berjalan aman, andal, dan sesuai kebutuhan,” kata Deny di Baubau, Sabtu.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus memperkuat keandalan distribusi energi untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan aktivitas ekonomi di kawasan Indonesia timur.

Komitmen tersebut diperkuat melalui kegiatan Management Walk Through (MWT) di Fuel Terminal (FT) Baubau, Sulawesi Tenggara. Kegiatan itu diisi dengan pemaparan terkait kondisi operasional dan penyaluran energi di wilayah Bau-Bau, dilanjutkan dengan peninjauan langsung terhadap sarana dan fasilitas terminal.

Jajaran pemerintah dan manajemen Pertamina melihat kesiapan fasilitas, proses operasional, serta pola distribusi yang dijalankan FT Baubau dalam mendukung kebutuhan energi di wilayah Indonesia Timur.

Deny menuturkan FT Baubau memiliki posisi strategis sebagai salah satu titik penting dalam rantai distribusi energi di kawasan Indonesia Timur.

Keberadaan terminal itu mendukung penyaluran BBM dan produk energi lainnya ke sejumlah wilayah kepulauan dan daerah di sekitarnya, sehingga keandalan sarana, ketepatan distribusi, serta kesiapan operasional menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan pasokan.

Deny menambahkan Pertamina akan terus menindaklanjuti arahan dan masukan yang disampaikan dalam kegiatan MWT sebagai bagian dari peningkatan keandalan operasional.

“Dukungan dan perhatian dari pemerintah menjadi penguatan bagi kami untuk menjaga keandalan FT Baubau sekaligus meningkatkan kualitas layanan distribusi energi bagi masyarakat di wilayah Indonesia Timur,” tambahnya.

Keandalan FT Baubau menjadi bagian dari upaya Pertamina Patra Niaga dalam menjaga ketahanan dan kesinambungan distribusi energi di kawasan Indonesia Timur.

Dengan dukungan fasilitas yang memadai, proses operasional yang terstandar, serta koordinasi bersama pemerintah dan pemangku kepentingan, distribusi energi diharapkan dapat terus berlangsung secara aman dan andal.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi berkomitmen untuk terus memperkuat kesiapan infrastruktur energi, meningkatkan keandalan operasional, serta melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan guna memastikan kebutuhan energi masyarakat dan pelanggan di kawasan Indonesia Timur dapat terpenuhi.

Kegiatan Management Walk Through (MWT) di Fuel Terminal (FT) Baubau, Sulawesi Tenggara yang dilakukan Pertamina Patra Niaga bersama Kementerian ESDM dan BPH Migas. ANTARA/Harianto

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaiman mengapresiasi kesiapan sarana dan fasilitas serta pelaksanaan penyaluran energi yang dilakukan FT Baubau.

Menurut Laode sarana dan fasilitas di Fuel Terminal Baubau sudah mendukung kegiatan operasional dan penyaluran dengan baik. Hal itu merupakan bagian penting dari infrastruktur energi yang mendukung kebutuhan masyarakat di wilayah Indonesia Timur.

"Kami berharap keandalan ini dapat terus dijaga serta ditingkatkan,” ujar Laode.

Laode menambahkan, keberadaan infrastruktur energi yang andal menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan distribusi energi dapat menjangkau wilayah yang memiliki karakteristik geografis kepulauan.

“Wilayah Indonesia timur memiliki tantangan distribusi tersendiri. Karena itu, kesiapan fasilitas dan pengelolaan distribusi seperti yang dilakukan di Bau-Bau perlu terus dipertahankan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas, mengatakan pengelolaan distribusi energi perlu terus dilakukan secara tepat, terukur, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dia menekankan penyaluran energi, khususnya BBM harus didukung oleh sistem dan fasilitas yang mampu memastikan produk tersedia sesuai kebutuhan wilayah.

"Kami melihat peran FT Baubau cukup strategis dalam mendukung distribusi di kawasan Indonesia timur. Pengelolaan yang baik perlu terus dijaga agar penyaluran dapat berlangsung efektif dan tepat sasaran,” ucap Wahyudi.

Menurutnya, koordinasi antara pemerintah dan badan usaha menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran distribusi, terutama untuk wilayah dengan tantangan geografis dan karakteristik kebutuhan yang beragam.

“Penguatan koordinasi dan evaluasi secara berkala penting dilakukan untuk memastikan setiap potensi kendala dapat diantisipasi lebih awal. Dengan begitu, pelayanan energi kepada masyarakat dapat terus berjalan dengan baik,” kata Wahyudi.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.