Persediaan BBM distilat AS turun imbas lonjakan harga

2026/08/27

Los Angeles (ANTARA) - Persediaan bahan bakar minyak distilat Amerika Serikat (AS) turun pekan lalu seiring dengan lonjakan harga eceran diesel ke level tertinggi dalam lebih dari empat tahun, menurut data pemerintah yang dirilis pada Rabu (26/8).

Persediaan distilat turun sebesar 2,2 juta barel pada pekan yang berakhir 21 Agustus menjadi 103,4 juta barel, menurut Administrasi Informasi Energi (Energy Information Administration/EIA) AS. Tingkat tersebut sekitar 14 persen di bawah rata-rata lima tahun untuk periode ini dan 9,5 persen di bawah tingkat setahun sebelumnya.

Angka tersebut merupakan yang terendah untuk pekan mana pun pada Agustus sejak seri mingguan EIA dimulai pada 1982. Persediaan lebih rendah pada akhir Mei, yakni sekitar 100,8 juta barel, sebelum kembali pulih pada Juni dan Juli, menurut data itu.

Bahan bakar minyak distilat mencakup diesel yang digunakan oleh truk, kereta, dan mesin pertanian serta minyak pemanas, menurut EIA. Badan tersebut mengatakan permintaan untuk bahan bakar itu biasanya meningkat selama panen musim gugur dan musim pemanas pada musim dingin.

Kilang-kilang beroperasi pada 97,4 persen dari kapasitas yang dapat dioperasikan pekan lalu, sementara produksi distilat rata-rata sekitar 5,1 juta barel per hari, kata badan tersebut.

Dalam Laporan Prospek Energi Jangka Pendek pada Agustus, EIA mengatakan pasar produk olahan global telah mengetat. Mereka mengutip adanya penurunan ekspor produk olahan Rusia dan konflik yang kembali terjadi di sekitar Selat Hormuz, yang telah membatasi aliran produk dari kilang-kilang di Arab Saudi dan Kuwait.

Menurut data yang dirilis oleh American Automobile Association, harga eceran rata-rata nasional untuk diesel mencapai 5,62 dolar AS (1 dolar AS = RP17.754) per galon pada Selasa (25/8), dibandingkan dengan sekitar 3,70 dolar AS per galon setahun sebelumnya.

Penerjemah: Xinhua
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.