Kepada Bonek dan Bonita, datanglah besok untuk mendukung pemain kami
Surabaya (ANTARA) - Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares mewaspadai kualitas pemain Garudayaksa FC meski datang sebagai tim promosi pada pekan ketiga BRI Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Sabtu (19/9).
"Mereka merekrut pemain Timnas Serbia, Timnas Haiti, Timnas Republik Ceko, dan banyak pemain dari kasta tertinggi Portugal dan Azerbaijan," kata Tavares saat konferensi pers prapertandingan di Stadion GBT Surabaya, Jumat.
Ia menjelaskan, status Garudayaksa sebagai tim promosi tidak dapat menjadi ukuran kekuatan mereka karena klub tersebut mendatangkan sejumlah pemain berkualitas dari berbagai negara.
Bahkan, kata dia, Garudayaksa juga melakukan perubahan komposisi skuad sekaligus cara bermain dalam dua pertandingan awal sehingga sulit bagi Persebaya untuk memprediksi pendekatan yang akan digunakan.
Perubahan tersebut, membuatnya belum dapat memastikan apakah Garudayaksa akan bermain dengan formasi lima atau empat bek maupun menerapkan pressing tinggi saat menghadapi Persebaya.
Oleh karena itu, pelatih asal Portugal tersebut meminta anak asuhnya tetap fokus terhadap permainan sendiri dan menjalankan rencana yang telah disiapkan untuk menghadapi Garudayaksa.
Tak hanya itu, ia juga berharap mendapat dukungan penuh dari Bonek dan Bonita untuk dapat meraih tiga poin saat melawan Garudayaksa.
"Kepada Bonek dan Bonita, datanglah besok untuk mendukung pemain kami, tim kami, karena nilai besok tetaplah tiga poin jika kita menang, dan jika tidak, itu adalah tiga poin yang hilang," ujarnya.
Sementara itu, pemain Persebaya Risto Mitrevski menilai tidak ada pertandingan mudah di kompetisi musim ini karena setiap lawan memiliki pemain berkualitas dan motivasi tinggi ketika menghadapi Persebaya.
Menurut Risto, seluruh pemain perlu menjaga kefokusan sepanjang pertandingan karena lawan dapat bangkit setelah mampu melewati tekanan yang diberikan pada awal laga.
Hal tersebut, berkaca pada pertandingan terakhir, ia melihat Persebaya mampu menekan lawan selama 15-20 menit pertama dan berpeluang mencetak beberapa gol, tetapi lawan kemudian bangkit dan memberikan perlawanan.
"Kalau kami tidak menanggapinya dengan serius, dampaknya akan buruk bagi kami," tuturnya.
Pewarta: Naufal Ammar Imaduddin
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.