Perkuat Budaya dan Ekonomi Masyarakat, PLN UID Sumbar Resmikan Program TJSL Sanggar Rumbio Sakato

2026/09/14

Solok (ANTARA) - Sebuah sanggar bukan sekadar tempat berlatih tari, musik, atau silat. Di dalamnya, nilai budaya diwariskan, generasi muda belajar mengenal identitas daerah, dan masyarakat menemukan ruang untuk berkarya. Semangat itulah yang menjadi bagian dari peresmian program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN di Sanggar Seni Rumbio Sakato, Kelurahan Simpang Rumbio, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok, pada 10 September 2026.

Program TJSL tersebut ditujukan untuk memperkuat keberlanjutan aktivitas Sanggar Seni Rumbio Sakato dalam melestarikan seni dan budaya Minangkabau sekaligus mengembangkan kegiatan ekonomi produktif masyarakat. Sanggar ini menjalankan berbagai aktivitas, mulai dari seni tari, seni musik, silat tradisional Minangkabau, hingga pengolahan makanan tradisional dan keripik singkong.

General Manager PLN UID Sumatera Barat, Ririn Rachmawardini, menyampaikan bahwa peresmian program TJSL tersebut merupakan bagian dari upaya PLN menghadirkan manfaat yang selaras dengan potensi dan kebutuhan masyarakat setempat.

“Pelestarian budaya membutuhkan ruang untuk terus dipelajari dan diwariskan. Kami berharap dukungan ini dapat membantu Sanggar Seni Rumbio Sakato menjaga kegiatan budayanya tetap berjalan sekaligus memberi ruang bagi masyarakat untuk terus berkarya,” ujar Ririn Rachmawardini.

Dukungan yang diberikan diarahkan pada kebutuhan sarana dan prasarana kegiatan seni, musik, dan silat tradisional Minangkabau, termasuk kebutuhan yang menunjang usaha ekonomi produktif sanggar.

Menurut Ririn, peresmian tersebut menjadi momentum untuk memperkuat aktivitas yang selama ini telah tumbuh di tengah masyarakat. “Yang terpenting adalah bagaimana dukungan ini dapat digunakan untuk menunjang kegiatan yang sudah dilakukan masyarakat. Ketika ruang belajar budaya tetap hidup dan kegiatan produktif terus berjalan, masyarakat memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi yang ada di lingkungannya,” kata Ririn.

Penguatan aktivitas tersebut juga berkaitan dengan tantangan yang dihadapi dalam menjaga keberlangsungan budaya tradisional. Sanggar menyoroti perubahan lingkungan sosial dan perkembangan teknologi yang dapat memengaruhi keberadaan budaya lokal. Karena itu, pembinaan generasi penerus menjadi salah satu perhatian, dengan harapan tumbuh kecintaan terhadap seni dan budaya tradisional Minangkabau.

Upaya tersebut didukung oleh kelembagaan sanggar yang telah memiliki berbagai bidang kegiatan, antara lain seni dan budaya, pelatihan pencak silat, teknik kesenian dan keamanan, serta bidang dana dan konsumsi.

Ririn menyampaikan, PLN ingin agar pelaksanaan TJSL memiliki manfaat yang dapat dirasakan secara nyata dan mendukung potensi yang telah dimiliki masyarakat. “Kami ingin dukungan yang diberikan dapat memperkuat apa yang sudah tumbuh di masyarakat, sehingga ruang untuk belajar, berkarya, menjaga budaya, dan mengembangkan kegiatan produktif dapat terus berjalan,” tuturnya.

Peresmian program TJSL PLN di Sanggar Seni Rumbio Sakato pun menjadi langkah untuk menjaga ruang belajar dan berkarya tetap hidup di tengah masyarakat. Ketika anak-anak muda dapat terus berlatih seni dan mengenal budaya Minangkabau, sementara masyarakat mengembangkan keterampilan melalui kegiatan produktif, manfaat program hadir dalam aktivitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan ikut menjaga potensi lokal tetap tumbuh dari lingkungan masyarakat sendiri.